UMSurabaya Repository

Studi Kasus Respon Pasien Halusinasi Pendengaran Setelah Diberikan Obat Antipsikotik Di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya

Jalil, Abdul (2018) Studi Kasus Respon Pasien Halusinasi Pendengaran Setelah Diberikan Obat Antipsikotik Di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.

[img]
Preview
PDF (PENDAHULUAN)
Download (319Kb) | Preview
    [img] PDF (BAB 1)
    Restricted to Repository staff only

    Download (148Kb)
      [img] PDF (BAB 2)
      Restricted to Repository staff only

      Download (200Kb)
        [img] PDF (BAB 3)
        Restricted to Repository staff only

        Download (90Kb)
          [img] PDF (BAB 4)
          Restricted to Repository staff only

          Download (148Kb)
            [img] PDF (BAB 5)
            Restricted to Repository staff only

            Download (82Kb)
              [img] PDF (LAMPIRAN)
              Restricted to Repository staff only

              Download (237Kb)

                Abstract

                Gangguan jiwa di provinsi jawa timur mengalami peningkatan. Yaitu pada pasien skizofrenia. Pada asien skozofrenia sekitar 70% mengalami halusinasi yang dialami oleh klien gangguan jiwa adalah halusinasi suara. Pasien dengan halusinasi pendengaran biasanya mendengarkan suara atau bunyi tanpa stimulus nyata, takut terhadap suara atau bunyi yang di dengar, ingin memukul dan melempar barang. Salah satu cara mengontrol halusinasi adalah dengan menggunakan obat. Obat yang lazim digunakan pada gejala halusinasi yang merupakan gejala psikologis pada klien skizofrenia adalah obat anti psikotik Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pasien halusinasi pendengaran setelah diberikan obat antipsikotik di RSJ menur surabaya. Sampel dalam penelitian ini terdapat 2 resonden dengan gangguan halusinasi pendengaran. Penelitian ini dilakukan pada 10 Februari – 16 Februari 2018. Penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus, yaitu rancangan penelitian yang mencakup pengkajian satu unit penelitian secara intensif pada pasien, keluarga, kelompok, komunitas atau institusi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan gejala dan frekuensi halusinasi setelah diberikan obat antipsikosis setelah selama 5 hari pengobaan. Sampai hari ke 4 ke – 2 pasien masih mengalami halusinasi, dengan frekuensi masih sering terdengar pagi atau malam hari dan halusinasi muncul saat sendiri. Adapun gejala yang muncul yaitu pasien masih suka mondar-mandir, marah tanpa sebab, tersenyum tanpa sebab dan berkomat-kamit tanpa suara.

                Item Type: Thesis (Undergraduate)
                Uncontrolled Keywords: Halusinasi Pendengaran, Obat Antipsikosis, Gejala Halusinasi, Frekuensi Halusinasi
                Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
                R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
                R Medicine > RT Nursing
                R Medicine > RZ Other systems of medicine
                Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Profesi Ners
                Depositing User: b b putri
                Date Deposited: 11 Oct 2018 20:02
                Last Modified: 11 Oct 2018 20:02
                URI: http://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/2727

                Actions (login required)

                View Item