UMSurabaya Repository

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG HAK ATAS PENDAFTARAN INDIKASI GEOGRAFIS DI NEGARA LAIN

NINGRUM, ANNISA WAHYU (2019) PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG HAK ATAS PENDAFTARAN INDIKASI GEOGRAFIS DI NEGARA LAIN. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.

[img]
Preview
PDF (Pendahuluan)
Download (796Kb) | Preview
    [img] PDF (Bab 1)
    Restricted to Registered users only

    Download (292Kb)
      [img] PDF (Bab 2)
      Restricted to Registered users only

      Download (559Kb)
        [img] PDF (Bab 3)
        Restricted to Registered users only

        Download (269Kb)
          [img] PDF (Bab 4)
          Restricted to Registered users only

          Download (152Kb)

            Abstract

            Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi hak kekayaan intelektual (HKI) yang sangat besar, khususnya yang berkaitan dengan indikasi geografis. Indikasi geografis merupakan tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia ataupun kombinasi keduanya memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan. Memberikan perlindungan hukum indikasi geografis kepada masyarakat sangat penting dilakukan karena sebelum kopi arabika Toraja mendapatkan perlindungan hukum indikasi geografis pihak Key Coffee yang merupakan perusahaan asal Jepang telah mendaftarkan Toarco Toraja sebagai Merek Dagang. Pendaftaran tersebut telah menghalangi eksport kopi Toraja ke Jepang dan penggunaan nama Toraja digunakan secara tanpa hak oleh pihak Key Coffee. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum dan upaya hukum terhadap pemegang hak indikasi geografis yang didaftarkan di negara lain, metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan statute approach. Terdapat dua bentuk perlindungan hukum bagi pemegang hak indikasi geografis yaitu perlindungan preventif dan represif, perlindungan preventif dilakukan dengan melakukan pendaftaran indikasi geografis karena Indonesia menganut prinsip first to file, yaitu baru akan menimbulkan hak apabila telah didaftarkan oleh si pemegang, untuk perlindungan represif dilakukan dengan mengajukan gugatan pembatalan merek dan indikasi geografis, upaya hukum yang dapat ditempuh melalui dua jalur yaitu litigasi melalui pengajuan gugatan ke pengadilan niaga dan non litigasi (alternatif penyelesaian sengketa) dapat ditempuh melalui proses mediasi di BAM HKI atau WIPO Mediation & Arbitration Center.

            Item Type: Thesis (Undergraduate)
            Uncontrolled Keywords: Perlindungan Hukum, Indikasi Geografis, Kopi Arabika Toraja
            Subjects: K Law > K Law (General)
            Divisions: Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum
            Depositing User: Hananto Bayu Susetyo
            Date Deposited: 27 Sep 2019 11:04
            Last Modified: 27 Sep 2019 11:04
            URI: http://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/3703

            Actions (login required)

            View Item