UMSurabaya Repository

Gambaran Kadar Hemoglobin Pada Penderita Tuberkulosis Dengan Terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Fase Awal Di Rumah Sakit Paru Surabaya

Farial, Fani (2017) Gambaran Kadar Hemoglobin Pada Penderita Tuberkulosis Dengan Terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Fase Awal Di Rumah Sakit Paru Surabaya. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.

[img] PDF (Pendahuluan)
Download (358Kb)
    [img] PDF (Bab 1)
    Restricted to Registered users only

    Download (165Kb)
      [img] PDF (Bab 2)
      Restricted to Registered users only

      Download (244Kb)
        [img] PDF (Bab 3)
        Restricted to Registered users only

        Download (183Kb)
          [img] PDF (Bab 4)
          Restricted to Registered users only

          Download (286Kb)
            [img] PDF (Bab 5)
            Restricted to Registered users only

            Download (83Kb)
              [img] PDF (Lampiran)
              Restricted to Registered users only

              Download (2155Kb)

                Abstract

                Tuberkulosis adalah penyakit infeksimenular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penyakit tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan di dunia.World Health Organization (WHO) melaporkan peringkat Indonesia turun menjadi posisi kelima dengan jumlah penderita 429.000.Tuberkulosis ini dapat menimbulkan ada kelainan hematologis dan dapat memberi petunjuk adanya komplikasi obat-obat tuberkulosis, yaitu komplikasi efek obat anti tuberkulosis (OAT) antara lain anemia penyakit kronis, defisiensi vitamin B12, defisiensi asam folat, anemi hemolisis autoimun. Anemia yang berikatan dengan sel darah merah terjadi apabila ada gangguan pembentukan hemoglobin, menyebabkan konsentrasi hemoglobin yang tinggi (hiperkromik) atau rendah (hipokromik). penderita tuberkulosis yang menyebabkan hemoglobin rendah terjadi karena adanya efek samping daari obat anti tuberkulosis OAT yaitu di antaranya obat izoniazid, rifampisin, pirazinamida, etambutol, streptomisin. Penderita tuberkulosis dengan status gizi kurang memiliki kadar hemoglobin rendah sehingga dapat dibandingkan dengan status gizi yang baik . Pada defisiensi besi dan zat gizi yang lainnya serta dengan adanya penyakit kronis seperti tuberkulosis sehingga dapat menyebabkan anemia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar hemoglobin penderita tuberkulosis dengan terapi obat anti tuberkulosis (OAT) fase awal di Rumah Sakit Paru Surabaya. Sampel berjumlah 30 penderita tuberkulosis dengan menggunakan Purposif sampling. Dari 30 sampel darah yang diuji didapatkan hasil dengan kadar hemoglobin (Hb) rendah dengan rata-rata kadar hemoglobin artinya 30 sampel darah tersebut memiliki kadar Hemoglobin tidak normal dan diambil kesimpulan yaitu di dapatkan rata-rata kadar hemoglobin (Hb) 11,19 gr/dl dengan persentase sebanyak 100%, dari 30 orang penderita tuberkulosis dengan terapi obat anti tuberkulosis (OAT)

                Item Type: Thesis (Diploma)
                Uncontrolled Keywords: Tuberkulosis, Hemoglobin, Fase awal pengobatan
                Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
                Divisions: 04. Fakultas Ilmu Kesehatan > D3 Teknologi Laboratorium Medis
                Depositing User: Dyah Ayu Sulistyaningtyas
                Date Deposited: 09 Nov 2017 15:26
                Last Modified: 10 Aug 2018 10:40
                URI: http://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/441

                Actions (login required)

                View Item