UMSurabaya Repository

Analisis yuridis putusan nomor I/PUU-VIII/2010 tindak pidana pembunuhan oleh anak karena pembelaan terpaksa

Prasetyawardani, Andi Shavira and Isnawati, Muridah (2021) Analisis yuridis putusan nomor I/PUU-VIII/2010 tindak pidana pembunuhan oleh anak karena pembelaan terpaksa. Borobudur Law Review, 3 (2). pp. 123-135. ISSN 2723-052X

[img]
Preview
PDF (Article) - Published Version
Download (643Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF (Hasil Cek Plagiasi) - Published Version
    Download (3014Kb) | Preview
      [img]
      Preview
      PDF (Peer Review)
      Download (72Kb) | Preview

        Abstract

        ABSTRAK Pentingnya memberikan perlindungan hukum terhadap anak adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh negara. Lantas, hal tersebut tidak menjadikan anak sebagai salah satu subyek hukum yang kebal akan hukuman pidana. Upaya hukum harus tetap dilakukan terhadap seseorang yang telah melakukan tindak pidana sekalipun subyek dari tindak pidana itu adalah seorang anak. Terdapat beberapa syarat untuk membuktikan bahwa seseorang tidak harus mempertanggung jawabkan perbuatannya menurut hukum positif di Indonesia, salah satunya ketika orang tersebut tengah melakukan pembelaan secara terpaksa (Noodweer) untuk melindungi diri sendiri maupun harta benda. Seperti salah satu kasus pembunuhan begal yang dilakukan oleh seorang pelajar karena adanya pembelaan secara terpaksa. Dalam kasus ini penulis bertujuan untuk mengetahui pertanggungjawaban dan akibat hukum yang diterima. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian normatif yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau sekunder sebagai bahan dasar untuk diteliti dengan menggunakan penelusuran terhadap peraturan-peraturan yang terkait permasalahan yang akan dibahas. Pembelaan terpaksa dapat diterima ketika telah memenuhi syarat yaitu, bersifat melawan hukum, serangan harus bersifat seketika dan mendatangkan bahaya terhadap tubuh kehormatan atau harta benda. Seharusnya setiap perbuatan melawan hukum tidak di pidana selama perbuatan tersebut dilakukan dengan alasan untuk melindungi nyawa, harta benda dan oranglain, sebagaimana di sebutkan dalam pasal 49 ayat (1). Kata Kunci: Anak, Tindak Pidana Pembunuhan, Noodweer ABSTRACT The importance of providing legal protection for children is an obligation that must be carried out by the state. Then, this does not make the child as one of the legal subjects who are immune to criminal penalties. Legal efforts must still be made against someone who has committed a crime even though the subject of the crime is a child. There are several conditions to prove that a person does not have to be responsible for his actions according to positive law in Indonesia, one of which is when the person is in the middle of a forced defense (Noodweer) to protect himself or his property. Like one of the robbery murder cases committed by a student because of a forced defense. In this case the author aims to find out the liability and legal consequences received. The research method used is normative research conducted by examining library or secondary materials as the basis for research by using a search for regulations related to the problems to be discussed. The defense must be accepted when it has fulfilled the conditions, namely, it is against the law, the attack must be instantaneous and bring danger to the body of honor or property. Every act against the law should not be penalized as long as the act is carried out with reasons to protect life, property and other people, as stated in Article 49 paragraph (1).

        Item Type: Article
        Subjects: K Law > K Law (General)
        Divisions: Jurnal > Fakultas Hukum
        Depositing User: MURIDAH ISNAWATI ISNAWATI
        Date Deposited: 28 Sep 2021 10:20
        Last Modified: 28 Sep 2021 10:20
        URI: http://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/5465

        Actions (login required)

        View Item