UMSurabaya Repository

Resiko Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Pada Pernikahan Usia Anak Di Kawasan Marginal Surabaya

Rahayu, Aristiana Prihatining and Hamsia, Waode (2018) Resiko Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Pada Pernikahan Usia Anak Di Kawasan Marginal Surabaya. PEDAGOGI: Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini, 4 (2). pp. 89-102. ISSN P-ISSN: 2599-0438; E-ISSN: 2599-042X

[img]
Preview
PDF (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) - Published Version
Download (341Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF (PEER REVIEW)
    Download (420Kb) | Preview
      [img]
      Preview
      PDF (TURNITIN)
      Download (2056Kb) | Preview

        Abstract

        Di Indonesia, angka perkawinan usia anak telah mengalami penurunan lebih dari dua kali lipat dalam tiga dekade terakhir tetapi masih merupakan salah satu yang tertinggi di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Menurut Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2012 dalam Analisis Data Perkawinan Usia Anak di Indonesia menunjukkan bahwa di antara perempuan pernah kawin usia 20-24 tahun, 25 persen menikah sebelum usia 18 tahun . Sementara itu, berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, 17 persen perempuan pernah kawin usia 20-24 tahun, menikah sebelum usia 18 tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor pendorong pernikahan anak dan mendeskripsikan berbagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang banyak menimpa perempuan (istri) yang menikah pada usia anak/dini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Sample diambil secara purposive, yakni perempuan yang berusia 12-35 tahun, yang menikah pada usia 12-18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para perempuan yang menikah pada usia anak dini, sangat beresiko mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan pelaku mayoritas adalah suami (pasangan). Kekerasan psikis adalah kekerasan yang paling banyak terjadi, disusul kekerasan fisik dan kekerasan seksual. Maka peningkatan kesejahteraan masyarakat yang disertai dengan makin terjangkaunya layanan pendidikan bagi masyarakat miskin, peningkatan nilai spiritualitas dalam masyarakat akan mampu mengurangi angka pernikahan anak.

        Item Type: Article
        Uncontrolled Keywords: pernikahan anak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
        Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
        L Education > L Education (General)
        Divisions: Jurnal > Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
        Depositing User: WAODE HAMSIA HAMSIA
        Date Deposited: 04 Nov 2021 10:05
        Last Modified: 04 Nov 2021 10:05
        URI: http://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/5608

        Actions (login required)

        View Item