UMSurabaya Repository

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata) Terhadap Waktu Kesembuhan Luka Insisi Yang diinfeksi Staphylococcus aureus Pada Mencit (Mus musculus)

Amalia, Machrifatul (2013) Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata) Terhadap Waktu Kesembuhan Luka Insisi Yang diinfeksi Staphylococcus aureus Pada Mencit (Mus musculus). Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.

[img]
Preview
PDF (Pendahuluan)
Download (590Kb) | Preview
    [img] PDF (Bab 1)
    Restricted to Registered users only

    Download (24Kb)
      [img] PDF (Bab 2)
      Restricted to Registered users only

      Download (182Kb)
        [img] PDF (Bab 3)
        Restricted to Registered users only

        Download (47Kb)
          [img] PDF (Bab 4)
          Restricted to Registered users only

          Download (242Kb)
            [img] PDF (Bab 5)
            Restricted to Registered users only

            Download (31Kb)
              [img] PDF (Bab 6)
              Restricted to Registered users only

              Download (11Kb)
                [img] PDF (Lampiran)
                Restricted to Registered users only

                Download (1210Kb)

                  Abstract

                  Daun sirsak (Annona muricata) yang populer sebagai sumber obat alami untuk berbagai penyakit, termasuk kanker. Manfaat dan khasiat sirsak daun pengobatan infeksi telah menunjukkan bahwa memiliki aktivitas antibakteri daun sirsak terhadap Staphylococcus aureus in vivo. Sirsak daun isi kandungan kimia seperti saponin, flavonoid, tanin, fosfor, pitosterol, alkaloid murisine. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirsak untuk sayatan waktu penyembuhan luka antara Staphylococcus aureus sampel terinfeksi yang dirawat oleh ekstrak daun sirsak, diobati, dan asam fucidic diobati. Sebuah desain eksperimental digunakan dalam penelitian ini analitik. Sebuah sampel dari 27 sampel mencit dan dibagi menjadi 3 kelompok, 9 tikus untuk sekelompok sirsak ekstrak daun-diobati, 9 tikus untuk kelompok yang tidak diobati (sebagai kontrol negatif) dan 9 tikus untuk sekelompok fucidic asam-diperlakukan (sebagai kontrol positif ). Variabel dependen yang diteliti adalah waktu luka sayatan penyembuhan pada tikus yang terinfeksi dengan Staphylococcus aureus. Variabel independen adalah daun sirsak ekstrak untuk kelompok perlakuan dan tanpa sirsak ekstrak daun dan dengan krim asam fusidic untuk kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis yang berjalan pada perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara tiga kelompok (α <0,05) dengan waktu penyembuhan rata-rata untuk kelompok ekstrak daun sirsak yang diobati, diobati dan fucidic asam diperlakukan masing-masing adalah 6 hari, 6 hari dan 9 hari.

                  Item Type: Thesis (Diploma)
                  Uncontrolled Keywords: Ekstrak daun sirsak, Luka infeksi, Staphylococcus aureus
                  Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
                  Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > D3 Analis Kesehatan
                  Depositing User: Dyah Ayu Sulistyaningtyas
                  Date Deposited: 14 Nov 2017 12:56
                  Last Modified: 21 Aug 2018 11:31
                  URI: http://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/724

                  Actions (login required)

                  View Item