UMSurabaya Repository

IHDAD BAGI PNS ATAU WANITA KARIER DALAM PANDANGAN TOKOH ELIT PC AISYIAH NGOORO MOJOKERTO

Pramana, Deky (2020) IHDAD BAGI PNS ATAU WANITA KARIER DALAM PANDANGAN TOKOH ELIT PC AISYIAH NGOORO MOJOKERTO. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.

[img] PDF (pendahuluan)
Download (1MB)
[img] PDF (BAB 1)
Download (693kB)
[img] PDF (BAB 2)
Download (904kB)
[img] PDF (BAB 3)
Download (541kB)
[img] PDF (BAB 4)
Download (1MB)
[img] PDF (BAB 5)
Download (447kB)
[img] PDF (LAMPIRAN)
Download (758kB)

Abstract

Perempuan (istri) memiliki kewajiban melaksanakan Ih{da>d, karena ditinggal mati oleh suaminya selama empat bulan sepuluh hari. Selama masa itu, istri hendaknya menyatakan dukanya dengan tidak berhias dan tidak keluar rumah. Hal ini bertujuan untuk menghormati kematian suami. Apabila masa ‘iddah telah habis, maka tidak ada larangan bagi perempuan untuk berhias diri, melakukan pinangan, bahkan melangsungkan akad nikah. Namun di Zaman ini, banyak wanita yang memiliki pekerjaan diluar untuk mencari nafkah seperti wanita karier ataupun PNS. Jika Ih{da>d diterapkan maka otomatis mereka tidak dapat bekerja dan tidak mendapat penghasilan. Inilah yang menjadi pokok permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini untuk mendapatkan jawaban yang berimbang penulis memfokuskan pembahasan pada pendapat pokok tokoh elit PC Aisyiah Ngoro, Mojokerto. Dari latar belakang masalah tersebut penulis merumuskan masalah menjadi 3 yaitu 1) Bagaimana Ih{da>d dalam Syari’at Islam? 2) Bagaimana pendapat tokoh elit PC Aisyiah Ngoro, Mojokerto tentang Ih{da>d dan penerapannya bagi PNS atau wanita karier? 3) Apa hikmah dari penerapan syariat Ih{da>d menurut pandang tokoh elit PC Aisyiah Ngoro, Mojokerto? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data wawancara dengan objek tokoh elit PC Aisyiah Ngoro, Mojokerto dan menganalisinya menggunakan analisis kualitatif deskriptif terhadap hasil wawancara tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah wanita (istri) yang ditinggal mati suaminya wajib menjalankan Ih{da>d selama 4 bulan 10 hari; meninggalkan segala perhiasan dan tidak keluar rumah, menurut pandangan tokoh elit PC Aisyiah Ngoro Mojokerto seseorang wanita (istri) yang ditinggal mati oleh suaminya boleh keluar rumah dalam rangka kebutuhan yang mendesak dan darurat, karena keluar rumah untuk mencari nafkah bagi wanita pada zaman sekarang merupakan bagian dari kebutuhan, dengan tetap memperhatikan masalah berhias sebatas kebutuhannya pada perkerjaannya saja, agar tidak ada seorang lelaki pun yang boleh mendekat sehingga tidak terjadi pernikahan selama masa ‘iddahnya. Adapun hikmah dari Ih{da>d adalah sebagai bentuk tafakkur dan ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, menjaga kesehatan wanita, tabiat dan kehormatannya di hadapan lelaki lain, serta sebagai bentuk penghormatan kepada suami dan keluarganya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Dosen Pembimbing 1 : Mohammad Ikhwanuddin M.H.I,dosen Pembimbing 2 : Farikh Marzuqi Ammar Lc. M.A
Uncontrolled Keywords: Ih{da>d, wanita karier, PNS, pendapat tokoh elit Aisyiah
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: 01. Fakultas Agama Islam > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Adhi Dewantara
Date Deposited: 09 Aug 2023 07:10
Last Modified: 09 Aug 2023 07:10
URI: http://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/8020

Actions (login required)

View Item View Item