Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. F dengan Nokturia di TPMB Atmi Marmiati Kota Surabaya

Rachmania, Adinda Candra (2025) Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. F dengan Nokturia di TPMB Atmi Marmiati Kota Surabaya. Professional thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.

[thumbnail of Pendahuluan_Adinda Candra Rachmania_20244665001.pdf] Text
Pendahuluan_Adinda Candra Rachmania_20244665001.pdf

Download (838kB)
[thumbnail of Bab 1_Adinda Candra Rachmania_20244665001.pdf] Text
Bab 1_Adinda Candra Rachmania_20244665001.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab 2_Adinda Candra Rachmania_20244665001.pdf] Text
Bab 2_Adinda Candra Rachmania_20244665001.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab 3_Adinda Candra Rachmania_20244665001.pdf] Text
Bab 3_Adinda Candra Rachmania_20244665001.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab 4_Adinda Candra Rachmania_20244665001.pdf] Text
Bab 4_Adinda Candra Rachmania_20244665001.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 5_Adinda Candra Rachmania_20244665001.pdf] Text
Bab 5_Adinda Candra Rachmania_20244665001.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka_Adinda Candra Rachmania_20244665001.pdf] Text
Daftar Pustaka_Adinda Candra Rachmania_20244665001.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Lampiran_Adinda Candra Rachmania_20244665001.pdf] Text
Lampiran_Adinda Candra Rachmania_20244665001.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Nokturia merupakan hal fisiologis yang terjadi pada ibu hamil trimester 3. Penyebab Nokturia disebabkan oleh tekanan uterus, karena turunnya bagian bawah janin sehingga kandung kemih tertekan dan mengakibatkan frekuensi berkemih meningkat. Tujuan penelitian ini memberikan asuhan kebidanan secara continuity of care pada ibu hamil dengan nokturia sampai dengan bayi baru lahir di TPMB Atmi Marmiati, S.Keb., Bd Surabaya. Metode penelitian deskriptif dan pendekatan studi kasus. Unit analisis pada penelitian ini adalah ibu hamil usia kehamilan 37 minggu dengan nokturia di TPMB Atmi Marmiati, S.Keb., Bd Surabaya. Instrumen yang digunakan adalah format asuhan kebidanan, lembar observasi, lembar penapisan dan lembar patograf. Hasil pengkajian yang di dapatkan adalah ibu hamil dengan G2P1A0 UK 38 minggu 3 hari dengan nokturia. Nokturia pada Ny.F disebabkan karena sering minum dan sering minum teh, kopi pada malam hari. Nokturia mulai berkurang saat kunjungan rumah kedua sehingga nokturia tidak berkelanjutan saat persalinan dan nifas. Persalinan berlangsung normal pada usia kehamilan 39 minggu 6 hari. Masa nifas dan Bayi Baru Lahir tidak mengalami komplikasi. Kesimpulan dari Asuhan Kebidanan ini adalah Nokturia merupakan kondisi yang fisiologis dan tidak terdapat komplikasi pada Ny.F, serta intervensi tetap dilanjutkan. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan asuhan kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan kebidanan.

=========================================================================================

Nocturia is a physiological phenomenon that occurs in pregnant women in the third trimester. The cause of nocturia is due to uterine pressure, due to the descent of the lower part of the fetus so that the bladder is pressed and results in increased urinary frequency. The purpose of this study is to provide continuity of care midwifery care for pregnant women with nocturia until the newborn at TPMB Atmi Marmiati, S.Keb., Bd Surabaya. The research method is descriptive and case study approach. The unit of analysis in this study was pregnant women with 37 weeks of gestation with nocturia at TPMB Atmi Marmiati, S.Keb., Bd Surabaya. The instruments used were midwifery care formats, observation sheets, screening sheets and pathograph sheets. The results of the assessment obtained were pregnant women with G2P1A0 UK 38 weeks 3 days with nocturia. Nocturia in Mrs. F was caused by frequent drinking and often drinking tea, coffee at night. Nocturia began to decrease during the second home visit so that nocturia did not continue during delivery and postpartum. Delivery proceeded normally at 39 weeks and 6 days of gestation. The postpartum period and newborn were uncomplicated. The conclusion of this midwifery care is that nocturia is a physiological condition and there were no complications in Mrs. F, and interventions were continued. It is hoped that the midwifery profession in providing continuous midwifery care will continue to implement midwifery care, maintaining and improving competence in providing care according to midwifery service standards.

Item Type: Thesis (Professional)
Uncontrolled Keywords: Asuhan Kebidanan Kehamilan, Continuity Of Care, Nokturia, Continuity Of Care, Nocturia, Pregnancy Midwifery Care
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
R Medicine > RT Nursing
Divisions: 04. Fakultas Ilmu Kesehatan > Profesi Bidan
Depositing User: Bdn Adinda Candra Rachmania
Date Deposited: 30 Jun 2026 04:27
Last Modified: 30 Jun 2026 04:27
URI: https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/12473

Actions (login required)

View Item
View Item