Hubungan Aktivitas Fisik dan Pola Makan dengan Indikator Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Perempuan Perimenopause Wilayah Mulyorejo Kota Surabaya

Alaina, Hauwin Okta (2026) Hubungan Aktivitas Fisik dan Pola Makan dengan Indikator Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Perempuan Perimenopause Wilayah Mulyorejo Kota Surabaya. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.

[thumbnail of Pendahuluan_Hauwin Okta Alaina_20221664013.pdf] Text
Pendahuluan_Hauwin Okta Alaina_20221664013.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Bab 1_Hauwin Okta Alaina_20221664013.pdf] Text
Bab 1_Hauwin Okta Alaina_20221664013.pdf

Download (297kB)
[thumbnail of Bab 2_Hauwin Okta Alaina_20221664013.pdf] Text
Bab 2_Hauwin Okta Alaina_20221664013.pdf

Download (420kB)
[thumbnail of Bab 3_Hauwin Okta Alaina_20221664013.pdf] Text
Bab 3_Hauwin Okta Alaina_20221664013.pdf

Download (427kB)
[thumbnail of Bab 4_Hauwin Okta Alaina_20221664013.pdf] Text
Bab 4_Hauwin Okta Alaina_20221664013.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (482kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 5_Hauwin Okta Alaina_20221664013.pdf] Text
Bab 5_Hauwin Okta Alaina_20221664013.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (264kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka_Hauwin Okta Alaina_20221664013.pdf] Text
Daftar Pustaka_Hauwin Okta Alaina_20221664013.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Lampiran_Hauwin Okta Alaina_20221664013.pdf] Text
Lampiran_Hauwin Okta Alaina_20221664013.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Perimenopause merupakan masa transisi menuju menopause yang ditandai dengan perubahan hormonal dan metabolik, sehingga dapat memengaruhi status gizi perempuan, termasuk peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT berlebih dapat memperberat gejala perimenopause serta meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Aktivitas fisik dan pola makan merupakan faktor gaya hidup yang berhubungan dengan IMT pada perempuan perimenopause. Tujuan: Mengetahui hubungan aktivitas fisik dan pola makan dengan indikator Indeks Massa Tubuh (IMT) pada perempuan perimenopause di wilayah Mulyorejo Kota Surabaya. Metode: Desain analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 72 perempuan perimenopause di wilayah Mulyorejo Kota Surabaya yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah aktivitas fisik dan pola makan, sedangkan variabel dependen adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Kuesioner yang digunakan adalah IPAQ untuk mengukur aktivitas fisik, SQ-FFQ untuk mengukur pola makan, dan standar IMT menurut WHO pada orang asia. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Lebih dari 50% perempuan perimenopause memiliki aktivitas fisik rendah (66,7%) dan pola makan tidak baik (70,8%), serta sebagian besar (76,3%) memiliki IMT berlebih. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan IMT (p<0,001; r=0,509) dan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan IMT (p<0,001; r=0,654). Kesimpulan: Aktivitas fisik dan pola makan berhubungan dengan indikator IMT pada perempuan perimenopause di wilayah Mulyorejo Kota Surabaya. Arah hubungan positif menunjukkan bahwa semakin rendah aktivitas fisik dan semakin tidak baik pola makan, maka semakin tidak ideal IMT pada perempuan perimenopause.

=================================================================================

Background: Perimenopause is a transitional period leading to menopause characterized by hormonal and metabolic changes, which can affect women's nutritional status, including an increase in Body Mass Index (BMI). Excess BMI can exacerbate perimenopausal symptoms and increase the risk of non-communicable diseases. Physical activity and dietary patterns are lifestyle factors associated with BMI in perimenopausal women. Objective: To determine the relationship between physical activity and dietary patterns with Body Mass Index (BMI) indicators in perimenopausal women in the Mulyorejo area of Surabaya City. Method: Correlational analytical design with a cross-sectional approach. A sample of 72 perimenopausal women in the Mulyorejo area of Surabaya City was taken using a purposive sampling technique. The independent variables are physical activity and dietary patterns, while the dependent variable is the Body Mass Index (BMI). The questionnaires used were the IPAQ to measure physical activity, the SQ-FFQ to measure dietary patterns, and the WHO standard BMI for Asians. Data analysis used the Spearman Rank test. Results: More than 50% of perimenopausal women have low physical activity (66.7%) and poor dietary patterns (70.8%), and the majority (76.3%) have excess BMI. The statistical test results show significant relationships between physical activity and BMI (p<0.001; r=0.509) and between dietary patterns and BMI (p<0.001; r=0.654). Conclusion: Physical activity and diet are related to BMI indicators in perimenopausal women in the Mulyorejo area of Surabaya City. The positive direction of the relationship indicates that lower physical activity and poorer diet are associated with less ideal BMI in perimenopausal women.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: aktivitas fisik, pola makan, indeks massa tubuh, IMT, perempuan perimenopause, physical activity, diet, body mass index, BMI, perimenopausal women
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: 04. Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Kebidanan
Depositing User: HAUWIN OKTA ALAINA
Date Deposited: 10 Sep 2026 01:47
Last Modified: 10 Sep 2026 01:47
URI: https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/13264

Actions (login required)

View Item
View Item