Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Status Gizi Kurang pada Anak Usia Balita di Puskesmas Laren Kabupaten Lamongan

Sholikha, Shoofi Imamas (2026) Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Status Gizi Kurang pada Anak Usia Balita di Puskesmas Laren Kabupaten Lamongan. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.

[thumbnail of Pendahuluan_Shoofi Imamas Sholikha_20221660111.pdf] Text
Pendahuluan_Shoofi Imamas Sholikha_20221660111.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab 1_Shoofi Imamas Sholikha_20221660111.pdf] Text
Bab 1_Shoofi Imamas Sholikha_20221660111.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab 2_Shoofi Imamas Sholikha_20221660111.pdf] Text
Bab 2_Shoofi Imamas Sholikha_20221660111.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab 3_Shoofi Imamas Sholikha_20221660111.pdf] Text
Bab 3_Shoofi Imamas Sholikha_20221660111.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab 4_Shoofi Imamas Sholikha_20221660111.pdf] Text
Bab 4_Shoofi Imamas Sholikha_20221660111.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 5_Shoofi Imamas Sholikha_20221660111.pdf] Text
Bab 5_Shoofi Imamas Sholikha_20221660111.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka_Shoofi Imamas Sholikha_20221660111.pdf] Text
Daftar Pustaka_Shoofi Imamas Sholikha_20221660111.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Lampiran_Shoofi Imamas Sholikha_20221660111.pdf] Text
Lampiran_Shoofi Imamas Sholikha_20221660111.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN STATUS GIZI
KURANG PADA ANAK USIA BALITA DI PUSKESMAS LAREN
KABUPATEN LAMONGAN
Pendahuluan: Status gizi kurang pada anak usia balita jadi masalah kesehatan di indonesia, salah satu faktor penyebab status gizi kurang yaitu sanitasi lingkungan yang buruk, seperti kurangnya akses air bersih, tidak mampuan melakukan cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar saat setelah memegang hewan unggas atau saat sebelum mengasuh anak, serta pengelolaan sampah yang tidak baik. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan terhadap status gizi kurang pada anak usia balita di Puskesmas Laren Kabupaten Lamongan. Metode: Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan Cross Sectional, populasi 96 dan sampel 47 balita. Teknik sampling yang digunakan Purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengukur sanitasi lingkungan dan pengukuran antropometri untuk mengukur status gizi anak dan dianalisis menggunakan uji sperman dengan signifikasi 0,05. Hasil: Hasil penelitian didapatkan balita stunting dengan sanitasi lingkungan cukup baik 2 (100%), wasting dengan sanitasi lingkungan kurang baik sebanyak 35 (77,8%), dan underweight dengan sanitasi lingkungan kurang baik 10 (22,2%). Dari hasil uji statistic di peroleh nilai p = 0,001 yang berarti terdapat hubungan anatara sanitasi lingkungan dengan status gizi kurang. Pembahasan: Pada penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi sanitasi lingkungan yang kurang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya status gizi kurang pada balita. Sanitasi tidak memadai dapat meningkatkan kejadian penyakit infeksi yang berdampak pada penurunan status gizi anak. Oleh karena itu diharapkan keluarga dapat meningkatkan perhatian terhadap kebersihan lingkungan dengan melakukan hidup bersih dan sehat,mengelola sampah dengan baik dan melakukan pemenuhan kebutuhan gizi balita.

==============================================================================

Introduction: Undernutrition of children under five is a health problem in Indonesia. One of the contributing factors is poor environmental sanitation, such as lack of access to clean water, inability to wash hands properly with soap after handling poultry or before caring for children, and poor waste management. The purpose of this study was to determine the relationship between environmental sanitation and undernutrition of children under five at Puskesmas (community health center) Laren, Lamongan. Method: This study used a correlational design with a cross-sectional approach, with a population of 96 and a sample of 47 toddlers. The sampling technique used purposive sampling with inclusion and exclusion criteria. The research instrument used a questionnaire to measure environmental sanitation and anthropometric measurements to assess children’s nutritional status. Analysis used a sperm test with a significance level of 0.05. Results: The study found that 2 (100%) toddlers with stunting and adequate environmental sanitation experienced stunting, 35 (77.8%) toddlers with wasting and 10 (22.2%) toddlers with poor environmental sanitation experienced stunting. The statistical test yielded a p-value of 0.001, indicating a relationship between environmental sanitation and malnutrition. Discussion: This study indicated that inadequate environmental sanitation has the potential to increase the risk of malnutrition in toddlers. Inadequate sanitation can increase the incidence of infectious diseases, which can lead to a decline in children’s nutritional status. Therefore, the families are expected to increase their attention to environmental hygiene by practicing clean and healthy living, managing waste properly, and providing for toddlers’ nutritional needs.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: sanitasi lingkungan, status gizi kurang, anak, balita, Environmental Sanitation, Undernutrition, Children, toodler
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RJ Pediatrics
R Medicine > RT Nursing
Divisions: 04. Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Keperawatan
Depositing User: SHOOFI IMAMAS SHOLIKHA
Date Deposited: 05 Aug 2026 03:03
Last Modified: 05 Aug 2026 03:03
URI: https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/13303

Actions (login required)

View Item
View Item