Rosyida, Annisa Robbi Atunur (2026) Respons Warganet terhadap Tunjangan Anggota DPR RI pada Akun Media TikTok: Kajian Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Artikel Jurnal_Annisa Robbi Atunur Rosyida_20221110020.pdf
Download (4MB)
Abstract
Media sosial TikTok sebagai media untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan dan perilaku pejabat negara. Isu mengenai tunjangan dan fasilitas yang diterima DPR RI merupakan salah satu topik yang banyak mendapat perhatian publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons warganet terhadap pernyataan tersebut melalui komentar di media sosial TikTok dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan data berupa komentar warganet pada akun TikTok @kabar_tvone, @officialnews, @lontara.today, dan @kutipan_pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga dimensi. Pertama dimensi analisis teks, kedua dimensi praktik sosial, dan ketiga dimensi praktik wacana. Pada dimensi teks warganet mengekspresikan kritik melalui bahasa sarkasme, ironi, dan pertanyaan retoris. Pada dimensi praktik wacana, TikTok berfungsi sebagai ruang pertarungan wacana antara pembelaan elite politik dan penolakan masyarakat. Terakhir, pada dimensi praktik sosial, wacana yang muncul merefleksikan ketimpangan ekonomi, tekanan sosial, serta krisis kepercayaan publik terhadap lembaga DPR. Penelitian ini menegaskan bahwa komentar warganet di TikTok tidak hanya bersifat emosional, tetapi juga merupakan praktik sosial yang merepresentasikan relasi kuasa dalam kehidupan bernegara.
===================================================================================
The social media platform TikTok serves as a medium for expressing criticism of government policies and the behavior of public officials. One such issue concerns the allowances and benefits received by members of the Indonesian House of Representatives (DPR RI). This study aims to analyze netizens’ responses to these statements through comments on TikTok using Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis (CDA) model. This study employs a qualitative approach with a descriptive research design, utilizing data consisting of netizens’ comments on the TikTok accounts @kabar_tvone, @officialnews, @lontara.today, and @kutipan_pemerintah. The results indicate the presence of three dimensions: first, the text analysis dimension; second, the social practice dimension; and third, the discourse practice dimension. In the text dimension, netizens express criticism through sarcasm, irony, and rhetorical questions. In the discourse practice dimension, TikTok functions as a space for discourse conflict between the defense of the political elite and public rejection. Finally, in the social practice dimension, the emerging discourse reflects economic inequality, social pressure, and a crisis of public trust in the House of Representatives. This study confirms that netizens’ comments on TikTok are not merely emotional but also constitute social practices that represent power relations within the political sphere.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Respons, warganet, DPR RI, TikTok, Wacana |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology P Language and Literature > P Philology. Linguistics P Language and Literature > PN Literature (General) P Language and Literature > PN Literature (General) > PN0080 Criticism |
| Divisions: | 06. Fakultas Pendidikan, Komunikasi dan Sains > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Depositing User: | ANNISA ROBBI ATUNUR ROSYIDA |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 09:32 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 09:32 |
| URI: | https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/13325 |
