Baterun Kunsah, ST., M.Si and Anindita Riesti Retno Arimurti, S.Si., M.Si (2026) Peningkatan Keterampilan Pengelolaan Sampel DNA Escherichia coli melalui Edukasi Suhu dan Lama Penyimpanan yang Tepat. FIK UMSURA.
5.. LAporan Peningkatan Keterampilan Pengelolaan Sampel DNA Escherichia coli melalui Edukasi Suhu dan Lama Penyimpanan yang Tepat.pdf
Download (514kB)
Abstract
ABSTRAK
Kualitas dan integritas DNA Escherichia coli merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemeriksaan dan analisis molekuler, sehingga pengelolaan suhu dan lama penyimpanan sampel perlu dilakukan secara tepat. Penyimpanan pada suhu dan durasi yang tidak sesuai dapat menyebabkan degradasi DNA, penurunan konsentrasi, serta perubahan tingkat kemurnian sampel. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktikan laboratorium dalam pengelolaan sampel DNA Escherichia coli serta menentukan kondisi suhu dan lama penyimpanan yang optimal untuk mempertahankan kualitas DNA. Penelitian menggunakan rancangan eksperimental laboratorium yang dikombinasikan dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel DNA genomik E. coli disimpan pada empat kondisi suhu, yaitu -80°C, -20°C, 4°C, dan suhu ruang (25°C), dengan pengamatan pada hari ke-0, 7, 14, 21, dan 30. Evaluasi kualitas DNA dilakukan berdasarkan konsentrasi dan rasio kemurnian A260/A280, sedangkan efektivitas edukasi dinilai melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa edukasi terstruktur meningkatkan skor pengetahuan teori dari 58,3% menjadi 91,7%, kepatuhan terhadap prosedur handling dan alikuot dari 45,0% menjadi 95,0%, serta keberhasilan isolasi DNA murni dari 61,2% menjadi 96,8%, dengan nilai p<0,001. Penyimpanan pada suhu -80°C dan -20°C mampu mempertahankan stabilitas DNA selama 30 hari dengan rasio A260/A280 sebesar 1,81–1,88 dan penurunan konsentrasi yang relatif kecil. Sebaliknya, penyimpanan pada suhu 4°C dan terutama suhu ruang 25°C menyebabkan penurunan kemurnian dan konsentrasi DNA secara signifikan seiring bertambahnya waktu penyimpanan. Dengan demikian, edukasi terstruktur efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan sampel DNA, sedangkan penyimpanan pada suhu -80°C atau -20°C merupakan kondisi yang paling optimal untuk mempertahankan kualitas DNA E. coli hingga 30 hari.
Kata kunci: Escherichia coli, DNA, penyimpanan sampel, suhu penyimpanan, edukasi laboratorium, A260/A280.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Laporan Penelitian |
| Depositing User: | BATERUN KUNSAH KUNSAH |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 06:13 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 06:13 |
| URI: | https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/13867 |
