Pemeriksaan Asam Urat pada Komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia

Ellies Tunjung Sari M, S.ST., M.Si, and Rahma Widyasturi, S.ST., M.Kes, Pemeriksaan Asam Urat pada Komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. FIK UMSURA.

[thumbnail of Laporan pengabdian] Text (Laporan pengabdian)
23 LAPORAN Pemeriksaan Asam Urat pada Komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.pdf

Download (407kB)

Abstract

Pemeriksaan laboratorium merupakan salah satu penunjang penting dalam pelayanan
kesehatan yang berperan dalam deteksi dini gangguan metabolik. Salah satu pemeriksaan
yang dapat dilakukan dalam kegiatan skrining kesehatan masyarakat adalah pemeriksaan
kadar asam urat. Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia merupakan kelompok yang
memiliki risiko mengalami hiperurisemia akibat beban kerja fisik, dehidrasi, pola konsumsi
makanan tinggi purin, serta kebiasaan hidup yang kurang sehat. Oleh karena itu,
pemeriksaan kadar asam urat disertai edukasi mengenai pola makan rendah purin dan
kecukupan hidrasi diperlukan sebagai upaya promotif dan preventif. Kegiatan pengabdian
masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran PMI mengenai
kadar asam urat, faktor risiko hiperurisemia, serta pentingnya pola hidup sehat melalui
pemeriksaan kadar asam urat dan edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada komunitas
PMI di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Metode
kegiatan meliputi pre-test, pemeriksaan kadar asam urat menggunakan metode Point of Care
Testing (POCT) dengan sampel darah kapiler, edukasi mengenai diet rendah purin dan
hidrasi, diskusi serta konseling, dan post-test. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa
sebanyak 6 dari 25 peserta (24%) memiliki kadar asam urat di atas batas normal atau
mengalami hiperurisemia. Hasil evaluasi pengetahuan menunjukkan adanya peningkatan
rata-rata nilai peserta dari 56,0 pada pre-test menjadi 88,0 pada post-test, dengan
peningkatan sebesar 32,0 poin. Sebanyak 23 peserta (92%) memperoleh nilai post-test ≥75,
dibandingkan dengan hanya 1 peserta (4%) pada pre-test. Berdasarkan hasil kegiatan,
pemeriksaan kadar asam urat secara langsung yang disertai edukasi kesehatan dapat
meningkatkan pengetahuan dan kesadaran PMI mengenai faktor risiko hiperurisemia,
pentingnya pola makan rendah purin, kecukupan hidrasi, serta upaya pencegahan komplikasi
akibat peningkatan kadar asam urat.
Kata Kunci: Asam urat, hiperurisemia, POCT, edukasi kesehatan, Pekerja Migran Indonesia
(PMI), diet rendah purin, hidrasi.

Item Type: Other
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Laporan Penelitian
Depositing User: ELLIES TUNJUNG SARI
Date Deposited: 09 Sep 2026 07:54
Last Modified: 09 Sep 2026 07:54
URI: https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/13887

Actions (login required)

View Item
View Item