Dr.Diah Ariana,, ST., M.Kes and Vella Rohmayani, S.Pd., M.Si, and Ainutajriani,, S.Tr.Ak.,M.Kes Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Deteksi Telur Cacing pada Sampel Kuku Petani melalui Pemeriksaan Laboratorium Sederhana. FIK UMSURA.
LAPORAN PENGABDIAN 13 Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Deteksi Telur Cacing pada Sampel Kuku Petani melalui Pemeriksaan Laboratorium Sederhana (1).pdf - Other
Download (316kB)
Abstract
Soil-Transmitted Helminths (STH) merupakan kelompok cacing yang penularannya berkaitan
dengan tanah yang terkontaminasi. Petani merupakan kelompok yang memiliki risiko paparan
tanah cukup tinggi sehingga material tanah dan parasit berpotensi menempel pada tangan dan
kuku. Kuku yang kurang bersih dapat menjadi media perpindahan material tersebut ke makanan
atau mulut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan petani mengenai Soil-Transmitted Helminths (STH), risiko
kontaminasi telur cacing pada kuku, serta pencegahannya melalui pemeriksaan laboratorium
sederhana. Metode kegiatan meliputi edukasi mengenai STH, higiene kuku dan tangan,
demonstrasi, praktik pengambilan sampel kuku, pencucian atau perendaman sampel,
sedimentasi sederhana, pembuatan preparat, pengamatan mikroskopis, serta evaluasi
pengetahuan dan keterampilan peserta melalui pre-test, post-test, dan observasi keterampilan.
Pemeriksaan dilakukan dengan mengamati material hasil preparasi sampel kuku secara
mikroskopis dan mengenali struktur yang sesuai dengan morfologi telur cacing. Hasil kegiatan
menunjukkan bahwa pemeriksaan sampel kuku dapat digunakan sebagai media edukasi untuk
menghubungkan paparan tanah dengan kemungkinan kontaminasi material pada kuku. Praktik
secara langsung membantu peserta memahami tahapan pengambilan sampel, preparasi,
sedimentasi, pembuatan preparat, penggunaan mikroskop, serta pengenalan morfologi telur
cacing. Kegiatan juga menekankan pentingnya pemotongan kuku secara rutin, mencuci tangan
dengan sabun, menjaga kebersihan sebelum makan, dan menggunakan alat pelindung diri saat
bekerja dengan tanah. Pemeriksaan sampel kuku bersifat edukatif atau skrining kontaminasi
dan tidak dapat digunakan sebagai pengganti pemeriksaan diagnostik infeksi kecacingan.
Kesimpulannya, kegiatan edukasi dan praktik pemeriksaan laboratorium sederhana dapat
menjadi media untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar petani mengenai
risiko kontaminasi STH serta mendorong penerapan higiene kuku dan tangan sebagai bagian
dari upaya pencegahan.
Kata kunci: Soil-Transmitted Helminths, telur cacing, kuku petani, pemeriksaan laboratorium
sederhana, higiene.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Laporan Penelitian |
| Depositing User: | Vella Yani Vella |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 09:22 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 09:22 |
| URI: | https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/13896 |
