Dita Artanti, S.Si., M.Si and Dr. Waras Budiman, M.Si and Ainutajriani, S.Tr.A.K., M.Kes and Mulya Fitrah Juniawan, S.Si., M.Si ANALISIS MIKROBIOLOGI PADA JAJANAN PEDAGANG KAKI LIMA DI SEPANJANG JALAN SUTOREJO SURABAYA. FIK UMSURA.
11. LAPORAN_ANALISIS MIKROBIOLOGI PADA JAJANAN PEDAGANG KAKI LIMA DI SEPANJANG JALAN SUTOREJO SURABAYA.pdf
Download (880kB)
Abstract
Jajanan pedagang kaki lima merupakan salah satu jenis pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat karena mudah diperoleh, memiliki variasi yang beragam, serta harga yang relatif terjangkau. Meskipun demikian, proses pengolahan dan penjualan jajanan sering dilakukan pada kondisi yang memungkinkan terjadinya kontaminasi mikroorganisme. Kontaminasi dapat berasal dari bahan baku, air, peralatan, tangan penjual, debu, lingkungan, serangga, proses penyimpanan, maupun kontak antara makanan dengan bahan yang tidak higienis. Keberadaan mikroorganisme dalam jumlah yang tinggi dapat menyebabkan penurunan mutu pangan dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit bawaan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi mikrobiologi jajanan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Sutorejo Surabaya melalui pemeriksaan Most Probable Number (MPN), Angka Lempeng Total (ALT), dan identifikasi bakteri Coliform. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan total 12 sampel jajanan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa berdasarkan pemeriksaan MPN terdapat 4 sampel atau 33% yang memenuhi persyaratan dan 8 sampel atau 67% tidak memenuhi persyaratan. Berdasarkan pemeriksaan ALT, sebanyak 3 sampel atau 25% memenuhi persyaratan, sedangkan 9 sampel atau 75% tidak memenuhi persyaratan. Hasil identifikasi bakteri menunjukkan 6 sampel atau 50% positif Escherichia coli, 2 sampel atau 17% positif Klebsiella sp., 1 sampel atau 8% positif Enterobacter sp., dan 3 sampel atau 25% tidak ditemukan kontaminasi bakteri Coliform. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar jajanan yang diperiksa masih mengalami kontaminasi mikroorganisme dan terdapat sampel yang tidak memenuhi persyaratan mutu mikrobiologi. Kontaminasi dapat berhubungan dengan higiene penjamah makanan, sanitasi peralatan, kualitas air, kondisi lingkungan penjualan, serta proses pengolahan dan penyimpanan makanan. Oleh karena itu, peningkatan higiene dan sanitasi pada pedagang kaki lima perlu dilakukan untuk menjaga keamanan pangan bagi masyarakat.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Laporan Penelitian |
| Depositing User: | DITA ARTANTI ARTANTI |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 07:07 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 07:07 |
| URI: | https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/13915 |
