Evaluasi Stabilitas Isolat DNA Escherichia coli pada Berbagai Suhu dan Lama Penyimpanan

Baterun Kunsah.,, S.T., M.Si and Anindita Riesti Retno Arimurti,, S.Si., M.Si Evaluasi Stabilitas Isolat DNA Escherichia coli pada Berbagai Suhu dan Lama Penyimpanan. FIK UMSURA.

[thumbnail of Laporan penelitian] Other (Laporan penelitian)
Evaluasi Stabilitas Isolat DNA Escherichia coli pada Berbagai Suhu dan Lama Penyimpanan.pdf

Download (384kB)

Abstract

Stabilitas DNA merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan pemeriksaan molekuler. Suhu dan lama penyimpanan dapat memengaruhi konsentrasi, kemurnian, integritas, dan kemampuan DNA untuk diamplifikasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi stabilitas DNA Escherichia coli pada suhu −20°C, 4°C, 25°C, dan 37°C selama 0, 7, 14, dan 28 hari.
Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorik dengan 48 aliquot DNA genom E. coli. Setiap kombinasi suhu dan lama penyimpanan dibuat dalam tiga replikasi. Parameter yang dinilai meliputi konsentrasi DNA dengan spektrofotometer, rasio A260/A280, integritas DNA melalui elektroforesis gel agarosa, dan keberhasilan amplifikasi target E. coli dengan PCR.
Pada data simulasi, konsentrasi rata-rata awal berada pada kisaran 81,85–82,33 ng/µL. Setelah 28 hari, konsentrasi rata-rata menjadi 81,88 ng/µL pada −20°C, 81,49 ng/µL pada 4°C, 81,01 ng/µL pada 25°C, dan 80,18 ng/µL pada 37°C. Rasio A260/A280 tetap berada pada kisaran 1,80–1,87. Integritas DNA tetap berada pada skor sekitar 3,9–4,0 dan seluruh aliquot masih menunjukkan amplifikasi PCR positif. Kondisi −20°C memberikan perubahan paling kecil, sedangkan 37°C menunjukkan penurunan konsentrasi paling besar.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa DNA E. coli relatif stabil selama 28 hari pada seluruh kondisi yang diuji, tetapi penyimpanan pada suhu rendah lebih disarankan untuk mempertahankan kualitas DNA. Temuan ini sejalan dengan penelitian Wang dkk. yang melaporkan stabilitas DNA E. coli pada −20°C, 4°C, 25°C, dan 37°C selama studi percepatan, serta penelitian mengenai stabilitas asam nukleat yang menunjukkan bahwa DNA hasil ekstraksi dapat tetap terdeteksi selama penyimpanan jangka pendek. [1,2]
Catatan: angka pada bagian hasil merupakan DATA SIMULASI yang dibuat untuk melengkapi contoh laporan karena data primer penelitian tidak disertakan dalam permintaan ini. Angka tersebut bukan hasil pemeriksaan laboratorium aktual dan tidak boleh digunakan sebagai bukti kinerja metode.
Kata kunci: Escherichia coli; DNA; stabilitas; suhu penyimpanan; lama penyimpanan; PCR.

Item Type: Other
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Laporan Penelitian
Depositing User: BATERUN KUNSAH KUNSAH
Date Deposited: 10 Sep 2026 07:15
Last Modified: 10 Sep 2026 07:15
URI: https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/13919

Actions (login required)

View Item
View Item