FAKTOR PRE-ANALITIK PEMERIKSAAN GLUKOSA 2 JAM POSTPRANDIAL PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSU HAJI PROVINSI JAWA TIMUR

Ellies Tunjung SM, S.ST., M.Si and Nur Vita Purwaningsih, S.ST., M.Kes and Dr. Natra Dias Surohadi, Sp.PK FAKTOR PRE-ANALITIK PEMERIKSAAN GLUKOSA 2 JAM POSTPRANDIAL PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSU HAJI PROVINSI JAWA TIMUR. FIK UMSURA.

[thumbnail of Laporan Penelitian] Other (Laporan Penelitian)
17. LAPORAN_Faktor Pre-Analitik Pemeriksaan Glukosa 2 Jam Postprandial pada Pasien Diabetes Mellitus di RSU Haji Provinsi Jawa Timur.pdf

Download (733kB)

Abstract

Laboratorium kesehatan memiliki peranan penting dalam menunjang diagnosis dan pemantauan pasien diabetes mellitus melalui pemeriksaan laboratorium yang akurat. Mutu hasil pemeriksaan tidak hanya ditentukan oleh tahap analitik, tetapi juga oleh tahap pra-analitik yang meliputi persiapan pasien, waktu pengambilan spesimen, kondisi sebelum pemeriksaan, serta penanganan spesimen. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor pre-analitik yang berhubungan dengan hasil pemeriksaan glukosa 2 jam postprandial (G2JPP) pada pasien diabetes mellitus di RSU Haji Provinsi Jawa Timur. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif observasional dan dilaksanakan pada Agustus 2024 di Laboratorium Patologi Klinik RSUD Haji Surabaya. Sampel penelitian berjumlah 40 pasien diabetes mellitus yang melakukan pemeriksaan G2JPP dan dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur dan pemeriksaan laboratorium G2JPP. Pemeriksaan dilakukan menggunakan serum pada alat Cobas c501. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 37 responden (92,5%) memiliki lama puasa lebih dari 8 jam, seluruh responden (100%) melakukan pengambilan darah G2JPP pada waktu yang dinyatakan tepat, 29 responden (72,5%) memiliki jeda waktu 10–15 menit antara konsumsi makanan dan pengambilan darah, 35 responden (87,5%) mengonsumsi nasi, sedangkan obat yang paling banyak digunakan adalah insulin sebanyak 30 responden (75%). Rerata kadar G2JPP adalah 203,15 ± 82,98 mg/dL. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa model yang melibatkan umur, lama menderita diabetes, lama puasa, waktu konsumsi makanan, ketepatan pengambilan sampel, dan status ODP mampu menjelaskan 38,1% variasi kadar G2JPP (F(6,33) = 4,695; p < 0,001). Lama puasa (β = 26,001; p < 0,001) dan waktu konsumsi makanan (β = 16,368; p = 0,019) berhubungan signifikan dengan kadar G2JPP, sedangkan status ODP tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (β = −18,720; p = 0,215). Faktor pra-analitik terutama lama puasa dan ketepatan interval waktu setelah konsumsi makanan perlu diperhatikan untuk memperoleh hasil pemeriksaan G2JPP yang mencerminkan kondisi metabolik pasien.

Item Type: Other
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Laporan Penelitian
Depositing User: ELLIES TUNJUNG SARI
Date Deposited: 09 Sep 2026 08:39
Last Modified: 09 Sep 2026 08:39
URI: https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/13923

Actions (login required)

View Item
View Item