Nur Vita Purwaningsih,, S.ST., M.Kes and Tri Ade Saputro,, S.Tr.A.K., M.Imun. and Yety Eka Sispitasari,, S Tr Kes., MSi Standarisasi Durasi Inkubasi Harris Hematoksilin sebagai Upaya Meminimalkan Variabilitas Hasil Pewarnaan Papanicolaou. FIK UMSURA.
Standarisasi Durasi Inkubasi Harris Hematoksilin sebagai Upaya Meminimalkan Variabilitas Hasil Pewarnaan Papanicolaou.pdf
Download (455kB)
Abstract
Pewarnaan Papanicolaou merupakan salah satu metode pewarnaan sitologi yang banyak digunakan karena mampu memperlihatkan inti sel secara jelas sekaligus memberikan pewarnaan polikromatik pada sitoplasma. Salah satu tahap penting dalam proses tersebut adalah pewarnaan inti menggunakan Harris hematoksilin. Durasi inkubasi yang tidak seragam dapat menghasilkan perbedaan intensitas warna, kejernihan inti, dan kontras antara inti dengan sitoplasma. Penelitian ini bertujuan menetapkan durasi inkubasi Harris hematoksilin yang memberikan hasil pewarnaan paling konsisten dan dapat digunakan sebagai acuan kerja pada pewarnaan Papanicolaou.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitik dengan analisis data sekunder dari penelitian Hafsah et al. (2024). Data terdiri atas 24 sediaan apus mukosa mulut yang dibagi menjadi empat perlakuan, yaitu inkubasi Harris hematoksilin selama 3, 5, 7, dan 10 menit, masing-masing enam pengulangan. Kualitas pewarnaan dinilai menggunakan skala ordinal 1–3 berdasarkan kejelasan bentuk sel, intensitas warna sitoplasma, dan kejelasan inti sel. Data dianalisis secara deskriptif dan dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis.
Rata-rata skor kualitas pewarnaan pada durasi 3, 5, 7, dan 10 menit berturut-turut adalah 2,17; 1,67; 2,83; dan 2,50. Durasi 7 menit memberikan hasil terbaik, dengan lima dari enam sediaan memperoleh skor 3 dan satu sediaan memperoleh skor 2. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan adanya perbedaan skor kualitas antar kelompok (H=9,534; p=0,023). Berdasarkan data tersebut, durasi 7 menit dipilih sebagai durasi rekomendasi pada kondisi metode yang sama. Hasil ini perlu diuji kembali menggunakan data primer, jenis spesimen, konsentrasi reagen, dan kondisi laboratorium yang akan digunakan sebelum ditetapkan sebagai SOP diagnostik.
Kata kunci: Papanicolaou, Harris hematoksilin, durasi inkubasi, mukosa mulut, kualitas pewarnaan, standarisasi.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Laporan Penelitian |
| Depositing User: | NUR VITA PURWANINGSIH |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 08:40 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 08:40 |
| URI: | https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/13925 |
