Evaluasi Ketidakpastian Pengukuran (Uncertainty of Measurement) pada Analisis Kadar Logam Timbal (Pb) dalam Produk Pangan Kemasan

Baterun Kunsah,, S.T., M.Si. and Nastiti Kartikorini,, S.T., M.Kes and Diah Ariana,, ST., M.Kes. and Siti Mardiyah,, S.Si., M.Kes. Evaluasi Ketidakpastian Pengukuran (Uncertainty of Measurement) pada Analisis Kadar Logam Timbal (Pb) dalam Produk Pangan Kemasan. FIK UMSURA.

[thumbnail of Laporan Penelitian] Other (Laporan Penelitian)
Evaluasi Ketidakpastian Pengukuran (Uncertainty of Measurement) pada Analisis Kadar Logam Timbal (Pb) dalam Produk Pangan Kemasan.pdf

Download (444kB)

Abstract

Timbal (Pb) merupakan salah satu cemaran logam berat yang perlu dikendalikan pada pangan karena hasil pengujian kadar Pb digunakan sebagai dasar penilaian keamanan produk. Selain kadar yang terukur, hasil analisis juga mempunyai ketidakpastian pengukuran yang berasal dari berbagai tahap, mulai dari preparasi sampel, penimbangan, pengenceran, kalibrasi instrumen, hingga variasi pengukuran. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketidakpastian pengukuran pada analisis Pb dalam produk pangan kemasan serta melihat pengaruh ketidakpastian tersebut terhadap interpretasi hasil.
Penelitian disusun sebagai analisis kuantitatif dengan pendekatan bottom-up. Data kadar Pb sekunder diambil dari publikasi Kunsah et al. (2021) mengenai cemaran Pb pada makanan dan minuman kemasan kaleng yang dianalisis menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom. Sepuluh nilai kadar Pb yang dilaporkan, yaitu 0,010–0,027 mg/kg, digunakan sebagai data hasil. Estimasi ketidakpastian dilakukan dengan menyusun komponen ketidakpastian dari kalibrasi, repeatability, preparasi/digesti, volumetri, larutan standar, neraca, dan recovery/bias. Perhitungan ini merupakan rekonstruksi analitik dan bukan angka ketidakpastian yang dilaporkan oleh publikasi sumber.
Hasil analisis data menunjukkan rerata kadar Pb sebesar 0.0196 mg/kg dengan simpangan baku 0.0062 mg/kg. Dari model ketidakpastian yang digunakan, ketidakpastian baku gabungan sebesar 8.09% dan ketidakpastian diperluas pada k=2 sebesar 16.19%. Dengan demikian, hasil rerata dapat dinyatakan sebagai 0.0196 ± 0.0032 mg/kg. Nilai ketidakpastian relatif berada di bawah 20%, sehingga secara umum masih berada pada kisaran yang dilaporkan dapat dicapai dalam evaluasi ketidakpastian analisis unsur renik pada pangan.
Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pelaporan kadar Pb sebaiknya disertai informasi ketidakpastian pengukuran, terutama ketika hasil berada dekat dengan batas persyaratan. Sumber ketidakpastian terbesar dalam model adalah repeatability dan preparasi/digesti. Evaluasi ketidakpastian yang lebih kuat tetap memerlukan data primer laboratorium berupa uji presisi, recovery, data kalibrasi, sertifikat bahan acuan, serta data ketertelusuran alat.
Kata kunci: timbal; Pb; pangan kemasan; spektrofotometri serapan atom; ketidakpastian pengukuran; measurement uncertainty.

Item Type: Other
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Laporan Penelitian
Depositing User: BATERUN KUNSAH KUNSAH
Date Deposited: 09 Sep 2026 08:42
Last Modified: 09 Sep 2026 08:42
URI: https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/13927

Actions (login required)

View Item
View Item