Rahma Widyastuti,, S.Si., M.Kes and Vella Rohmayani,, S.Pd ., M.Si and Dr. Waras Budiman,, S.Pd., M.Si Penyusunan Alur Kendali Mutu (Quality Control Path) pada Pemeriksaan Imunologi dan Hematologi bagi Kelompok Masyarakat Rentan. FIK UMSURA.
Penyusunan Alur Kendali Mutu (Quality Control Path) pada Pemeriksaan Imunologi dan Hematologi bagi Kelompok Masyarakat Rentan.pdf
Download (364kB)
Abstract
Mutu hasil pemeriksaan laboratorium ditentukan oleh rangkaian proses sejak permintaan pemeriksaan, persiapan dan pengambilan spesimen, pemeriksaan analitik, sampai pelaporan hasil. Pada kelompok masyarakat rentan, seperti anak, lanjut usia, pasien dengan penyakit kronis, pasien gawat darurat, dan pasien dengan kondisi yang menyulitkan pengambilan darah, risiko terjadinya masalah pada spesimen dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan menyusun alur kendali mutu (Quality Control Path) yang dapat digunakan sebagai panduan titik kendali pada pemeriksaan hematologi dan imunologi.
Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan analisis dokumen dan pemetaan proses. Sumber data berasal dari pedoman manajemen mutu laboratorium WHO, ISO 15189:2022, serta publikasi mengenai kesalahan pra-analitik dan kendali mutu pemeriksaan. Setiap proses dipetakan ke dalam tahap pra-analitik, analitik, dan pasca-analitik, kemudian diberi titik kendali, risiko yang mungkin terjadi, indikator penerimaan, tindakan koreksi, dan bukti pencatatan. Untuk menggambarkan penerapan pada kelompok rentan, data sekunder dari penelitian hematologi digunakan sebagai pembanding, termasuk laporan 67.892 sampel dengan 886 sampel ditolak akibat kesalahan pra-analitik.
Hasil pemetaan menghasilkan 24 titik kendali mutu, terdiri atas 12 titik pada alur hematologi dan 12 titik pada alur imunologi. Empat titik diprioritaskan sebagai kendali kritis pada kelompok rentan, yaitu identifikasi pasien, kecukupan dan kesesuaian spesimen, pengendalian kondisi analitik, dan verifikasi hasil sebelum pelaporan. Data sekunder menunjukkan tingkat penolakan sampel hematologi sebesar sekitar 1,3%; kesalahan paling dominan adalah volume sampel tidak mencukupi. Alur yang disusun menempatkan pemeriksaan kelayakan spesimen sebagai gerbang keputusan sebelum sampel masuk ke tahap analitik.
Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Quality Control Path dapat digunakan untuk menghubungkan pengendalian mutu dengan risiko pada setiap tahap pemeriksaan. Alur ini dapat menjadi dasar penyusunan checklist, SOP, serta monitoring mutu yang lebih terarah, khususnya pada pelayanan kelompok masyarakat rentan.
Kata kunci: kendali mutu; quality control; hematologi; imunologi; kelompok rentan; laboratorium klinik.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Laporan Penelitian |
| Depositing User: | RAHMA WIDYASTUTI WIDYASTUTI |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 08:43 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 08:43 |
| URI: | https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/13928 |
