Nur Vita Purwaningsih,, S.ST., M.Kes and Baterun Kunsah,, S.T., M.Si and Ellies Tunjung Sari M,, S.ST., M.Si Edukasi Dan Skrining Diabetes Melitus Pada Remaja Di Rongtengah Sampang Madura. FIK UMSURA.
8. Edukasi Dan Skrining Diabetes Melitus Pada Remaja Di Rongtengah Sampang Madura.pdf
Download (360kB)
Abstract
Latar Belakang: Prevalensi Diabetes Melitus (DM) tipe 2 secara global maupun nasional
terus menunjukkan pergeseran tren yang mengkhawatirkan ke kelompok usia remaja dan
dewasa muda. Perubahan gaya hidup, tingginya konsumsi minuman manis kemasan,
makanan olahan, serta perilaku sedenter menjadi pendorong utama meningkatnya risiko
resistensi insulin dan hiperglikemia pada remaja. Di Kelurahan Rongtengah, Kabupaten
Sampang, Madura, konsumsi minuman manis kekinian cukup meluas di kalangan remaja,
namun literasi kesehatan terkait pencegahan DM sejak dini masih terbatas. Tujuan:
Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja di Kelurahan Rongtengah mengenai
faktor risiko dan pencegahan Diabetes Melitus melalui edukasi interaktif, serta melakukan
skrining kadar glukosa darah sebagai langkah deteksi dini. Metode: Kegiatan pengabdian
masyarakat ini diikuti oleh 35 orang remaja (usia 15–21 tahun) dan Karang Taruna di
Kelurahan Rongtengah, Sampang. Tahapan kegiatan meliputi: (1) Tahap persiapan dan
koordinasi dengan perangkat kelurahan dan puskesmas; (2) Pre-test untuk menilai
pengetahuan awal; (3) Penyampaian edukasi interaktif mengenai bahaya gula berlebih,
pola makan sehat, dan pencegahan DM; (4) Skrining kadar glukosa darah sewaktu (GDS);
serta (5) Post-test dan konsultasi kesehatan. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan
peserta yang sangat signifikan setelah diberikan edukasi. Proporsi peserta dengan tingkat
pengetahuan baik/sangat baik (skor 76–100) meningkat dari 8,6% (3 orang) pada pre-test
menjadi 34,3% (12 orang) pada post-test. Hasil skrining glukosa darah sewaktu
menunjukkan mayoritas peserta berada pada rentang normal (<100 mg/dL), namun
berhasil mendeteksi 3 remaja (8,5%) yang berada pada rentang prediabetes (100–139
mg/dL) sehingga langsung diberikan konseling nutrisi dan gaya hidup. Kesimpulan:
Kombinasi edukasi interaktif dan skrining glukosa darah terbukti efektif meningkatkan
literasi kesehatan serta mendeteksi dini risiko tersembunyi prediabetes pada remaja.
Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata bagi pencegahan penyakit tidak menular di
lingkungan pemuda Kelurahan Rongtengah.
Kata Kunci: Diabetes Melitus, Remaja, Edukasi Kesehatan, Skrining Glukosa,
Prediabetes, Sampang Madura.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Laporan Penelitian |
| Depositing User: | NUR VITA PURWANINGSIH |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 08:43 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 08:43 |
| URI: | https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/13930 |
