Shifting Epidemiology And Prevalence Of Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus In Indonesia: A Systematic Review And Meta-Analysis

Artanti, Dita and Azizah, Fitrotin and Ariana, Diah and Mardiyah, Siti Shifting Epidemiology And Prevalence Of Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus In Indonesia: A Systematic Review And Meta-Analysis. FIK UMSURA.

[thumbnail of Laporan Penelitian] Text (Laporan Penelitian)
Shifting Epidemiology And Prevalence Of Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus In Indonesia.pdf

Download (555kB)

Abstract

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) tetap menjadi kontributor utama terhadap resistensi antimikroba (AMR) secara global, namun bukti tingkat nasional di Indonesia masih terfragmentasi. Studi ini bertujuan untuk mengestimasi prevalensi gabungan (pooled prevalence) dan mengevaluasi distribusi epidemiologis MRSA di seluruh Indonesia. Metode: Tinjauan sistematis dan meta-analisis ini dilakukan mengikuti pedoman PRISMA 2020 serta terdaftar di PROSPERO dengan nomor registrasi CRD420261300013.
Pencarian dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, Cochrane Library, dan Garuda untuk studi yang dipublikasikan antara Januari 2000 hingga Januari 2026. Data diekstraksi secara independen, dan prevalensi gabungan dihitung menggunakan model efek acak (random-effects model). Heterogenitas dan bias publikasi dinilai menggunakan statistik, uji Begg, dan uji
Egger. Hasil: Sebanyak 24 studi yang mencakup 4.920 isolat Staphylococcus aureus diikutsertakan. Prevalensi gabungan MRSA adalah 41% (95% CI: 27%–56%), yang
menunjukkan beban endemis yang substansial. Analisis temporal menunjukkan adanya tren peningkatan, dengan prevalensi mencapai 59% pada tahun-tahun terakhir. Analisis berdasarkan spesimen mengungkapkan prevalensi tertinggi pada sampel saluran pernapasan (44%), diikuti darah (37%), dan spesimen luka (25%). Disparitas regional juga teramati, di mana prevalensi
lebih tinggi tercatat di Sumatra Utara dan beberapa provinsi di luar Pulau Jawa. Heterogenitas antar studi sangat tinggi > 99 sementara tidak ada bias publikasi yang signifikan. Kesimpulan: Prevalensi MRSA di Indonesia tetap tinggi dan menunjukkan transmisi endemis yang
berkelanjutan dengan variabilitas regional. Penguatan penatagunaan antimikroba (antimicrobial stewardship), sistem surveilans, dan strategi pencegahan infeksi sangat esensial untuk memitigasi beban MRSA yang terus meningkat.
Kata Kunci : Antimicrobial resistance (AMR), Epidemiology, Meta-analysis, Methicillin- resistant, Staphylococcus aureus, MRSA , Prevalence Systematic review .

Item Type: Other
Subjects: Q Science > QR Microbiology
Divisions: Laporan Penelitian
Depositing User: DITA ARTANTI ARTANTI
Date Deposited: 09 Sep 2026 08:12
Last Modified: 09 Sep 2026 08:12
URI: https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/13947

Actions (login required)

View Item
View Item