Kunsah, Baterun and Wahyuningsih, Etik and Purwaningsih, Nur Vita and Bakti, Meilia Nur Isba Satya Pemodelan Respons Hepatotoksik Akibat Pajanan Timbal Berbasis Multi-Dosis sebagai Pendekatan Baru dalam Toksikologi Eksperimental. FIK UMSURA.
49. Laporan_Pemodelan Respons Hepatotoksik Akibat Pajanan Timbal Berbasis Multi-Dosis sebagai Pendekatan Baru dalam Toksikologi Eksperimental (2).pdf
Download (589kB)
Abstract
Pajanan timbal merupakan salah satu masalah toksikologi lingkungan karena logam ini dapat terakumulasi dalam jaringan dan memengaruhi berbagai sistem organ. Hati menjadi salah satu organ target yang penting karena berperan dalam metabolisme dan pertahanan terhadap xenobiotik. Penelitian ini bertujuan memodelkan respons hepatotoksik akibat pajanan lead asetat pada beberapa tingkat dosis sebagai pendekatan eksploratif dalam toksikologi eksperimental. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari penelitian Alyasiri et al. (2018) pada tikus yang diberi lead asetat dosis 30, 60, dan 90 mg/kg berat badan selama 40 hari, dengan kelompok kontrol tanpa lead. Parameter yang dianalisis meliputi AST, ALT, MDA, SOD, dan CAT.
Hasil analisis menunjukkan peningkatan AST dari 72,66 U/L pada kontrol menjadi 80,67; 148,00; dan 168,00 U/L pada dosis 30, 60, dan 90 mg/kg. ALT meningkat dari 22,67 U/L menjadi 23,33; 30,33; dan 40,83 U/L. Regresi linear berbasis rerata kelompok menghasilkan persamaan AST = 64,33 + 1,178(dosis) dengan R2 = 0,912 dan ALT = 20,068 + 0,205(dosis) dengan R2 = 0,885. MDA hati juga menunjukkan kecenderungan meningkat pada dosis 60 dan 90 mg/kg, sedangkan perubahan SOD dan CAT tidak membentuk pola linear yang kuat. Indeks Respons
Hepatotoksik (HRS) yang disusun dari perubahan relatif AST dan ALT meningkat dari 0% pada kontrol menjadi 6,97%, 68,74%, dan 105,66% pada dosis 30, 60, dan 90 mg/kg. Pemodelan sederhana tersebut menunjukkan bahwa peningkatan dosis lead asetat pada data publikasi berkaitan dengan peningkatan respons biomarker hepatoseluler, terutama AST dan ALT. Pendekatan ini dapat digunakan sebagai dasar awal untuk menentukan rentang dosis dan titik pengamatan pada penelitian eksperimental berikutnya. Namun, hasil pemodelan tidak dapat diperlakukan sebagai pengganti data individu hewan karena analisis dilakukan pada rerata kelompok.
Kata kunci: timbal; lead asetat; hepatotoksisitas; multi-dosis; AST; ALT; dose–response; toksikologi eksperimental.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry |
| Divisions: | Laporan Penelitian |
| Depositing User: | BATERUN KUNSAH KUNSAH |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 08:26 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 08:26 |
| URI: | https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/13951 |
