Analisis Fenomena Singlehood pada Generasi X Perspektif Fiqh Aulawiyyat (Fikih Prioritas): Studi Kasus Pria Melajang di Desa Cungkup Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan

Mahzumah, Fitri Uswatun (2026) Analisis Fenomena Singlehood pada Generasi X Perspektif Fiqh Aulawiyyat (Fikih Prioritas): Studi Kasus Pria Melajang di Desa Cungkup Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 20 (6). ISSN P-ISSN: 1907-4174, E- ISSN: 2621- 0681

[thumbnail of Artikel Ilmiah_Fitri Uswatun Mahzumah_20221551022.pdf] Text
Artikel Ilmiah_Fitri Uswatun Mahzumah_20221551022.pdf

Download (2MB)

Abstract

Fenomena singlehood pada Generasi X menjadi realitas sosial yang semakin menonjol di tengah perubahan struktur keluarga, dinamika ekonomi, serta pergeseran nilai sosial dan keagamaan. Pada konteks masyarakat religius, pilihan hidup melajang kerap dipandang sebagai penyimpangan dari norma ideal pernikahan, padahal dalam praktiknya keputusan tersebut sering kali didasarkan pada pertimbangan rasional, tanggung jawab sosial, serta orientasi kebermanfaatan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena singlehood pada Generasi X dengan menggunakan perspektif fikih aulawiyyat (fikih prioritas), yang menekankan pada penentuan skala prioritas dalam menjalankan ajaran Islam berdasarkan kemaslahatan dan kondisi nyata individu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi literatur Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik singlehood pada Generasi X tidak semata mata dilandasi oleh penolakan terhadap pernikahan, melainkan sebagai bentuk ijtihad personal dalam menimbang prioritas antara ibadah, tanggung jawab keluarga, stabilitas ekonomi, dan kontribusi sosial. Dalam perspektif fikih aulawiyyat, pilihan hidup melajang dapat dipahami sebagai keputusan yang bersifat kontekstual dan tidak bertentangan dengan nilai- nilai syariat selama bertujuan menjaga kemaslahatan dan menghindari kemudaratan. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah kajian fikih sosial serta membuka ruang pemahaman yang lebih inklusif terhadap fenomena singlehood dalam masyarakat Muslim kontemporer.

============================================================================

The phenomenon of singlehood among Generation X has become an increasingly prominent social reality amidst changing family structures, economic dynamics, and shifts in social and values. In a religius society, the choice to remain single is often viewed as a deviation from the ideal norm of marriage; however, in practice, this decision is frequently based on rational consoderations, social responsibilities and an orientation toward leading a beneficial life. This study aims to analyse the singlehood phenomenon among Generation X using the perspective of aulawiyyat Islamic Jurisprudence (jurisprudence of priorities), which emphasizes establishing a hierarchy of priorities in practicing Islamic teachings based on public interest and the individual’s actual circumstances. A qualitative research method was employed, with data collected through in-depth interviews and a literature review. The results indicate that the practice of singlehood among Generation X is not solely driven by a rejection of marriage but serves as a form of personal ijtihad (independent reasoning) in weighing priorities such as acts of worship, family responsibilities, economic stability, and social contribution. From the perspective of aulawiyyat Islamic Jurisprudence, the choice to remain single can be understood as a contextual decision that does not conflict with Sharia values, provided it aims to uphold the public interest and avoid harm. This study is expected to enrich the body of literature on social Islamic Jurisprudence and foster a more inclusive understanding of the singlehood phenomenon within contemporary Muslim society.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Melajang, Generasi X, Fikih Aulawiyyat, Singlehood, Generation X, Aulawiyyat Islamic Jurisprudence
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
K Law > K Law (General)
Divisions: 01. Fakultas Studi Islam dan Peradaban > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: FITRI USWATUN MAHZUMAH
Date Deposited: 15 Sep 2026 05:54
Last Modified: 15 Sep 2026 05:54
URI: https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/14054

Actions (login required)

View Item
View Item