KORELASI HIGIENE PERSONAL DENGAN PREVALENSI INFEKSI SOIL-TRANSMITTED HELMINTH (STH) PADA PEKERJA SANITASI DI WILAYAH KERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP SURABAYA

Vella Rohmayani, S.Pd., M.Si and Anindita Riesti Retno Arimurti, S.Si., M.Si KORELASI HIGIENE PERSONAL DENGAN PREVALENSI INFEKSI SOIL-TRANSMITTED HELMINTH (STH) PADA PEKERJA SANITASI DI WILAYAH KERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP SURABAYA. FIK UMSURA.

[thumbnail of Laporan Penelitian] Other (Laporan Penelitian)
40. laporan penelitian KORELASI HIGIENE PERSONAL DENGAN PREVALENSI INFEKSI SOIL-TRANSMITTED HELMINTH (STH) PADA PEKERJA SANITASI DI WILAYAH KERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP SURABAYA.pdf

Download (541kB)

Abstract

Infeksi Soil-Transmitted Helminth (STH) merupakan salah satu penyakit kecacingan yang
penularannya berkaitan erat dengan kontaminasi tanah oleh telur atau larva cacing. Kelompok
STH yang utama meliputi Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, serta cacing tambang
seperti Necator americanus dan Ancylostoma duodenale. Penularan dapat terjadi ketika
seseorang melakukan kontak dengan tanah yang telah terkontaminasi, kemudian telur atau
larva masuk ke tubuh melalui tangan, makanan, air, maupun penetrasi larva melalui kulit.
Kondisi higiene personal menjadi salah satu faktor yang berperan dalam memutus rantai
penularan STH, terutama melalui kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan kuku, dan
penggunaan alas kaki. Pekerja sanitasi merupakan kelompok yang memiliki potensi paparan
terhadap sampah, tanah, debu, dan berbagai material lingkungan selama melakukan aktivitas
pekerjaan. Oleh karena itu, penerapan higiene personal dan penggunaan alat pelindung diri
menjadi bagian penting dalam mengurangi kemungkinan terjadinya paparan agen infeksi.
Penelitian ini berfokus pada hubungan antara higiene personal dengan prevalensi infeksi STH
pada pekerja sanitasi di wilayah kerja Dinas Lingkungan Hidup Surabaya. Aspek higiene
personal yang menjadi perhatian meliputi kebersihan tangan, kebersihan kuku, kebiasaan
menggunakan alas kaki, serta perilaku kebersihan setelah melakukan pekerjaan. Penelitian
disusun menggunakan pendekatan observasional dengan rancangan analitik untuk mengetahui
hubungan antara higiene personal sebagai variabel bebas dan kejadian infeksi STH sebagai
variabel terikat. Data higiene personal diperoleh melalui pengamatan atau kuesioner,
sedangkan status infeksi STH ditentukan berdasarkan pemeriksaan laboratorium sesuai
prosedur pemeriksaan yang digunakan dalam penelitian. Data kemudian dianalisis untuk
mengetahui adanya hubungan antara tingkat higiene personal dengan kejadian infeksi STH.
Penelitian sebelumnya oleh Rohmayani et al. menunjukkan bahwa dari 25 petani yang
diperiksa, ditemukan 4 sampel positif STH atau sebesar 16%, seluruhnya teridentifikasi
sebagai Ascaris lumbricoides, serta terdapat hubungan antara kebersihan diri dengan
keberadaan telur STH pada kuku tangan (p=0,03). Penelitian lain pada petugas kebersihan
sampah di Surabaya Utara menemukan 2 dari 50 sampel kuku positif STH (4%), sedangkan
48 sampel (96%) negatif; spesies yang ditemukan adalah Ascaris lumbricoides.
Kata kunci: higiene personal, Soil-Transmitted Helminth, STH, pekerja sanitasi, prevalensi.

Item Type: Other
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Laporan Penelitian
Depositing User: Vella Yani Vella
Date Deposited: 21 Sep 2026 03:14
Last Modified: 21 Sep 2026 03:14
URI: https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/14272

Actions (login required)

View Item
View Item