Nurlinda, Elis (2026) Dinamika Gender dalam Tafsir Q.S. An-Nisa’ Ayat 34: Perspektif Amina Wadud. Dinamika Gender Dalam Tafsir Q.S. An-Nisa’ Ayat 34: Perspektif Amina Wadud, 15 (No.1). pp. 1-31. ISSN E-ISSN: 2614-493X
Artikel Ilmiah_Elis Nurlinda_20221552005.pdf
Download (1MB)
Abstract
Perdebatan mengenai relasi laki-laki dan perempuan dalam Islam terus berkembang, khususnya dalam penafsiran Q.S. An-Nisā’ [4]: 34 yang memuat konsep qiwāmah, nusyūz, dan ḍaraba.
Ayat ini sering dipahami sebagai legitimasi kepemimpinan laki-laki atas perempuan, sehingga melahirkan berbagai kritik dan reinterpretasi dalam kajian tafsir kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengenai bagaimana Amina Wadud menafsirkan Q.S. An-Nisā’ [4]: 34 serta bagaimana dinamika gender yang muncul dari penafsirannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer berupa karya Amina Wadud, khususnya Qur’an and Woman, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab tafsir klasik, tafsir kontemporer, serta berbagai literatur yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif menggunakan pendekatan hermeneutika feminis Amina Wadud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wadud menafsirkan qiwāmah sebagai tanggung jawab fungsional, bukan superioritas laki-laki atas perempuan. Konsep nusyūz dipahami sebagai persoalan relasional yang harus diselesaikan secara adil, sedangkan ḍaraba ditafsirkan dalam kerangka tujuan moral Al-Qur’an yang menolak kekerasan dan mengedepankan penyelesaian konflik secara etis. Penafsiran tersebut menunjukkan adanya rekonstruksi relasi gender yang lebih egaliter dan berorientasi pada prinsip tauhid, keadilan, serta kesetaraan martabat manusia dalam Islam.
=========================================================================================
The debate on gender relations in Islam continues to evolve, particularly regarding the interpretation of Q.S. An-Nisā’ [4]: 34, which contains the concepts of qiwāmah, nusyūz, and ḍaraba. This verse has often been understood as legitimizing male authority over women, leading to various critiques and reinterpretations within contemporary Qur’anic exegesis. This study seeks to answer two questions: how does Amina Wadud interpret Q.S. An-Nisā’ [4]: 34, and what gender dynamics emerge from her interpretation? The research employs a qualitative approach through library research. Primary data are drawn from Amina Wadud’s Qur’an and Woman, while secondary data consist of classical and contemporary tafsir works, books, and relevant scholarly literature. Data were analyzed using a descriptive-qualitative method based on Amina Wadud’s feminist hermeneutical approach. The findings reveal that Wadud interprets qiwāmah as a functional responsibility rather than an indication of male superiority over women. The concept of nusyūz is understood as a relational issue that should be resolved through justice and mutual understanding, while ḍaraba is interpreted within the moral framework of the Qur’an, emphasizing non-violence and ethical conflict resolution. Her interpretation reflects a reconstruction of gender relations that is more egalitarian and grounded in the Qur’anic principles of tawḥīd, justice, and the equal dignity of all human beings.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Amina Wadud; Q.S. An-Nisā’ 34; tafsir gender; hermeneutika feminis; keadilan gender |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman L Education > L Education (General) |
| Divisions: | 01. Fakultas Studi Islam dan Peradaban > Studi Agama-Agama |
| Depositing User: | ELIS NURLINDA |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 05:44 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 05:44 |
| URI: | https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/14464 |
