Maarif, Khusnul (2026) Students’ Fiqh Learning Outcomes During Curriculum Transition: A Longitudinal Study. Jurnal Curricula, 5 (2): 2830-7917. pp. 617-628. ISSN 2830-7917
Artikel Ilmiah_Khusnul Ma’arif_20221550005.pdf
Download (8MB)
Abstract
Transisi kurikulum merupakan bagian dari dinamika kebijakan pendidikan yang dapat memengaruhi praktik pembelajaran di kelas dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan hasil belajar fiqih siswa selama transisi dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka di MI Muhammadiyah 28 Sumberagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain longitudinal sebelum–sesudah yang melibatkan kelompok siswa yang sama (N = 21). Data diperoleh dari nilai rapor mata pelajaran Fiqih pada semester genap kelas III yang menggunakan Kurikulum 2013 (tahun ajaran 2024/2025) dan semester genap kelas IV yang menerapkan Kurikulum Merdeka (tahun ajaran 2025/2026). Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan uji Wilcoxon signed-rank. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata fiqih dari 77,71 menjadi 81,81, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,001) serta ukuran efek yang besar (r = 0,72). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka, yang didukung oleh penggunaan modul ajar, berpotensi terkait dengan peningkatan hasil belajar fiqih, dengan tetap mempertimbangkan praktik penilaian dan faktor kontekstual.
=============================================================================================
Curriculum transition represents a dynamic aspect of educational policy that can influence classroom practices and students’ learning outcomes. This study examines changes in students’ fiqh learning outcomes during the transition from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum at MI Muhammadiyah 28 Sumberagung. A quantitative longitudinal before–after design was employed, involving the same cohort of students (N = 21). Data were obtained from fiqh report grades in the even semester of Grade 3 under the 2013 Curriculum (2024/2025) and the even semester of Grade 4 under the Merdeka Curriculum (2025/2026). Descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, and the Wilcoxon signed-rank test were applied for analysis. The results show an increase in the mean fiqh score from 77.71 to 81.81, with a statistically significant difference (p = 0.001) and a large effect size (r = 0.72). These findings indicate that the Merdeka Curriculum, supported by teaching modules, may be associated with improved fiqh learning outcomes, while acknowledging the influence of assessment practices and contextual factors.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kurikulum 2013; fiqih; hasil belajar; longitudinal; kurikulum merdeka; 2013 Curriculum; Fiqh; Learning outcomes; Longitudinal; Merdeka Curriculum |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc L Education > LB Theory and practice of education L Education > LB Theory and practice of education > LB2361 Curriculum |
| Divisions: | 01. Fakultas Studi Islam dan Peradaban > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | KHUSNUL MA'ARIF |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 04:45 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 04:45 |
| URI: | https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/14779 |
