Styawan, Fauzan Muhammad (2026) An Intersectional Analysis of the Character of Mulan in Disney's Live-Action Mulan (2020) Script. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Pendahuluan_Fauzan Muhammad Styawan_20211111019.pdf
Download (3MB)
Bab I_Fauzan Muhammad Styawan_20211111019.pdf
Download (300kB)
Bab II_Fauzan Muhammad Styawan_20211111019.pdf
Download (275kB)
Bab III_Fauzan Muhammad Styawan_20211111019.pdf
Download (215kB)
Bab IV_Fauzan Muhammad Styawan_20211111019.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (357kB) | Request a copy
Bab V_Fauzan Muhammad Styawan_20211111019.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (166kB) | Request a copy
Daftar Pustaka_Fauzan Muhammad Styawan_20211111019.pdf
Download (147kB)
Lampiran_Fauzan Muhammad Styawan_20211111019.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (584kB) | Request a copy
Abstract
This study examines the character of Mulan in Disney's 2020 live-action Mulan script, using Kimberle Crenshaw's intersectional feminist theory as the main framework. Unlike earlier studies that treat the film only as an audiovisual text, this study reads the movie script, primarily its dialogue, as a literary work, while also drawing on Mulan's gestures and physical actions in the movie itself as supplementary data whenever the written script does not record those actions in words. Two research questions guide this study: first, how the script and film show Mulan's empowerment through the interaction of gender roles and social class pressures; second, how patriarchal structures and cultural norms simultaneously influence Mulan's experiences and choices. This study uses a qualitative descriptive design with textual analysis. Fifteen data extracts, ten drawn from script dialogue and five drawn from supplementary gestures in the movie, were classified and interpreted through an intersectional lens, then compared with previous studies on Mulan (2020). The findings show that Mulan's empowerment does not appear all at once; it grows step by step, from restriction, to disguise, to self-redefinition, and finally to a free choice based on her own meaning of honor. The findings also show that patriarchal structures and cultural norms do not act separately; they work together, sometimes limiting Mulan and at other times becoming a resource for her, before finally shifting to accept her as an equal. This study concludes that gender, class, and culture must be read together, not apart, to fully understand Mulan's identity in the script.
===================================================================================================
Penelitian ini membahas karakter Mulan dalam naskah film live-action Mulan (2020) produksi Disney, dengan menggunakan teori feminisme interseksional Kimberle Crenshaw sebagai kerangka utama. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang menganalisis film hanya sebagai teks audiovisual, penelitian ini membaca naskah film, terutama dialognya, sebagai karya sastra, sekaligus menggunakan adegan-adegan relevan dari film itu sendiri, termasuk gestur dan tindakan visual Mulan, sebagai data tambahan setiap kali naskah tertulis tidak mencantumkan arahan panggung atau deskripsi adegan. Penelitian ini dipandu oleh dua rumusan masalah: pertama, bagaimana naskah dan film menunjukkan pemberdayaan Mulan melalui interaksi antara peran gender dan tekanan kelas sosial; kedua, bagaimana struktur patriarki dan norma budaya memengaruhi pengalaman dan pilihan Mulan secara bersamaan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks. Lima belas data digunakan, sepuluh di antaranya diambil dari dialog naskah dan lima dari adegan serta gestur tambahan dalam film, yang kemudian dikelompokkan dan ditafsirkan melalui sudut pandang interseksional, lalu dibandingkan dengan penelitian terdahulu tentang Mulan (2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan Mulan tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang secara bertahap, mulai dari pembatasan, penyamaran, penemuan jati diri, hingga akhirnya kebebasan memilih makna kehormatan menurut dirinya sendiri. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa struktur patriarki dan norma budaya tidak bekerja secara terpisah, melainkan saling berkaitan, kadang membatasi Mulan namun di saat lain menjadi sumber kekuatan baginya, sebelum akhirnya berubah dan menerimanya sebagai sosok yang setara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gender, kelas sosial, dan budaya harus dibaca secara bersamaan, bukan terpisah, untuk memahami identitas Mulan dalam naskah secara utuh.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | feminisme interseksional, pemberdayaan perempuan, peran gender, gender roles; intersectional feminism; women's empowerment |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman P Language and Literature > PE English P Language and Literature > PN Literature (General) |
| Divisions: | 06. Fakultas Pendidikan, Komunikasi dan Sains > Pendidikan Bahasa Inggris |
| Depositing User: | FAUZAN MUHAMMAD STYAWAN |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 04:20 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 04:20 |
| URI: | https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/14867 |
