Hidayat, Mohamad Hafidz Islamsyah (2026) مفهوم العدالة الموضوعية في اختيار الزوج من ناحية قراءة المبادلة = Konsep Keadilan Substantif dalam Memilih Pasangan Perspektif Qira’ah Mubadalah. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Pendahuluan_Mohamad Hafidz Islamsyah Hidayat_20221551045.pdf
Download (1MB)
Bab 1_Mohamad Hafidz Islamsyah Hidayat_20221551045.pdf
Download (527kB)
Bab 2_Mohamad Hafidz Islamsyah Hidayat_20221551045.pdf
Download (663kB)
Bab 3_Mohamad Hafidz Islamsyah Hidayat_20221551045.pdf
Download (237kB)
Bab 4_Mohamad Hafidz Islamsyah Hidayat_20221551045.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (589kB) | Request a copy
Bab 5_Mohamad Hafidz Islamsyah Hidayat_20221551045.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (248kB) | Request a copy
Daftar Pustaka_Mohamad Hafidz Islamsyah Hidayat_20221551045.pdf
Download (400kB)
Lampiran_Mohamad Hafidz Islamsyah Hidayat_20221551045.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Pemilihan pasangan dalam Islam sering dipahami secara bias gender, yang menempatkan perempuan sebagai objek dan laki-laki sebagai subjek penilaian. Penelitian kualitatif melalui studi pustaka ini bertujuan merumuskan konsep memilih pasangan yang berkeadilan substantif menggunakan perspektif Qira'ah Mubadalah. Data utama penelitian ini bersumber dari dua hadis pokok, yaitu hadis riwayat Imam Bukhari (No. 5090) dan Imam Muslim (No. 1466) dari sahabat Abu Hurairah tentang empat perkara dalam menikahi perempuan, serta hadis riwayat Imam at-Tirmidzi (No. 1084) dari sahabat Abu Hurairah tentang perintah menikahkan lelaki yang datang meminang karena agama dan akhlaknya. Kedua hadis tersebut dianalisis secara deskriptif-analitis bersama buku Qira'ah Mubadalah karya Faqihuddin Abdul Kodir, melalui metode pembacaan timbal balik (mubadalah). Penerapan metode ini dilakukan melalui tiga tahapan: pertama, meletakkan fondasi etis berupa prinsip universal Islam (seperti tauhid, keadilan substantif, dan kemitraan) yang melampaui sekat gender; kedua, menganalisis teks parsial untuk menangkap esensi moralnya (maqashid) dengan mengabaikan batasan subjek gendernya; dan ketiga, melakukan ekstensi resiprokal dengan memperluas gagasan utama tersebut agar berlaku secara timbal balik dan setara bagi laki-laki maupun perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bias gender pada kedua hadis tersebut tidak bersumber dari teks itu sendiri, melainkan dari cara baca yang parsial: hadis Bukhari-Muslim sejatinya berbentuk kalimat berita (khabar) yang memuat koreksi normatif untuk mengutamakan agama, sedangkan hadis Tirmidzi sejatinya adalah perintah kepada wali, bukan kepada perempuan. Melalui pendekatan Mubadalah, dirumuskan empat prinsip memilih pasangan yang berkeadilan substantif: Kesalingan Kriteria, Kesalingan Otoritas, Kesalingan Etika Kewalian, serta Musyawarah dan Kerelaan Bersama. Keempat prinsip ini menegaskan kesetaraan posisi, hak memilih, serta kewajiban moral antara laki-laki dan perempuan sejak tahap awal pemilihan pasangan.
=================================================================================================
Partner selection in Islam is often understood through a gender-biased lens that positions women as
objects and men as subjects of evaluation. This qualitative study, conducted via a literature review, aims
to formulate a concept of partner selection grounded in substantive justice using the Qira’ah
Mubadalah (reciprocal reading) perspective. The primary data is drawn from two key hadiths the
narration by Imam Bukhari (No. 5090) and Imam Muslim (No. 1466) from the Companion Abu Hurairah
regarding the four criteria for marrying a woman (Tunkahu al-Mar'atu li Arba’), and the narration by
Imam at-Tirmidzi (No. 1084) from Abu Hurairah regarding the instruction to marry off a woman to a
suitor based on his religion and character (Idza Khataba Ilaikum). These hadiths are analyzed using a
descriptive-analytical approach alongside Faqihuddin Abdul Kodir’s book, Qira’ah Mubadalah,
employing the reciprocal reading method. This method is applied in three stages: first, establishing an
ethical foundation based on universal Islamic principles (such as tawhid, substantive justice, and
partnership) that transcend gender boundaries; second, analyzing specific texts to capture their moral
essence (maqashid) while setting aside gender-based subject limitations; and third, performing a
reciprocal extension by broadening the core idea so that it applies mutually and equally to both men
and women. The study results indicate that the gender bias associated with these two hadiths does not
stem from the texts themselves but rather from a partial reading: the Bukhari-Muslim hadith is
essentially a declarative statement (khabar) containing a normative correction to prioritize religion,
while the Tirmidzi hadith is essentially a command directed at the guardian (wali), not the woman. Using
the Mubadalah (reciprocity) approach, four principles for selecting a partner based on substantive
justice have been formulated: Reciprocity of Criteria, Reciprocity of Authority, Reciprocity of
Guardianship Ethics, and Mutual Consultation and Consent. These four principles affirm the equality of
status, the right to choose, and the moral obligations shared by men and women from the very
beginning of the partner selection process.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keadilan Substantif, Memilih Pasangan, Qira'ah Mubadalah, Kesalingan, Substantive Justice, Partner Selection, Qira'ah Mubadalah, Reciprocity. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BC Logic B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman K Law > K Law (General) |
| Divisions: | 01. Fakultas Studi Islam dan Peradaban > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | MOHAMAD HAFIDZ ISLAMSYAH HIDAYAT |
| Date Deposited: | 20 Oct 2026 08:03 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 03:11 |
| URI: | https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/15259 |
