Hubungan antara Faktor Risiko Jumlah Gravida dengan Preeklamsia pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan Berdasarkan Musim

Febrian, Rofi Armando (2025) Hubungan antara Faktor Risiko Jumlah Gravida dengan Preeklamsia pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan Berdasarkan Musim. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.

[thumbnail of Pendahuluan]
Preview
Text (Pendahuluan)
Pendahuluan_Rofi Armando Febrian_20211880050.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Bab 1]
Preview
Text (Bab 1)
Bab 1_Rofi Armando Febrian_20211880050.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Bab 2]
Preview
Text (Bab 2)
Bab 2_Rofi Armando Febrian_20211880050.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of Bab 3]
Preview
Text (Bab 3)
Bab 3_Rofi Armando Febrian_20211880050.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Bab 4] Text (Bab 4)
Bab 4_Rofi Armando Febrian_20211880050.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of Bab 5] Text (Bab 5)
Bab 5_Rofi Armando Febrian_20211880050.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of Bab 6] Text (Bab 6)
Bab 6_Rofi Armando Febrian_20211880050.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka_Rofi Armando Febrian_20211880050.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
Lampiran_Rofi Armando Febrian_20211880050.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Latar belakang: Preeklamsia merupakan salah satu faktor penyebab morbiditas dan mortalitas bagi ibu hamil dan janin di Indonesia. Perdarahan, hipertensi saat kehamilan, termasuk juga preeklamsia, merupakan penyebab utama kematian ibu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jumlah gravida (primigravida dan multigravida) dengan kejadian preeklamsia serta dampak musim terhadap preeklamsia di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional yang bersifat retrospektif. Informasi diambil dari catatan medis ibu yang hamil dengan preeklamsia pada bulan November 2023 sampai Oktober 2024. Sampel terdiri dari 94 kasus yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi. Hasil: Preeklamsia lebih sering terjadi pada primigravida selama musim hujan, sementara pada musim kemarau, preeklamsia lebih umum pada multigravida. Menurut analisis korelasi Spearman, tidak terdapat hubungan yang berarti antara jumlah gravida dan kejadian preeklamsia, baik pada musim hujan (p = 0,140) maupun pada musim kemarau (p = 0,811). Namun, ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara usia dengan jumlah kehamilan, baik pada musim hujan (r = 0,394; p = 0,007) maupun hampir signifikan pada musim kemarau (r = 0,280; p = 0,052), yang menunjukkan bahwa jumlah kehamilan cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu. Kesimpulan: jumlah gravida dan musim tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklamsia. Preeklamsia adalah kondisi yang melibatkan banyak faktor, dipengaruhi oleh risiko seperti usia, riwayat hipertensi, status nutrisi, dan faktor lingkungan. Maka pemeriksaan menyeluruh dan pemantauan kehamilan secara teratur sangat berarti dalam upaya mencegah komplikasi selama kehamilan.

=======================================================================================================

Background: Preeclampsia is one of the leading causes of morbidity and mortality among pregnant women and fetuses in Indonesia. Hemorrhage and hypertension during pregnancy, including preeclampsia, are among the primary causes of maternal death. Objective: This study aims to analyze the relationship between the number of pregnancies (primigravida and multigravida) and the incidence of preeclampsia, as well as the influence of seasonal variations on preeclampsia cases at Muhammadiyah Lamongan Hospital. Methods: This research employed a quantitative analytic observational design with a retrospective cross-sectional approach. Data were obtained from the medical records of pregnant women diagnosed with preeclampsia from November 2023 to October 2024. A total of 94 cases were selected through purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Results: Preeclampsia was more frequently observed in primigravida patients during the rainy season, while it was more common in multigravida patients during the dry season. According to Spearman correlation analysis, there was no significant relationship between the number of pregnancies and the incidence of preeclampsia in either the rainy season (p = 0.140) or the dry season (p = 0.811). However, a significant correlation was found between maternal age and the number of pregnancies during the rainy season (r = 0.394; p = 0.007), and an almost significant correlation during the dry season (r = 0.280; p = 0.052), indicating that the number of pregnancies tends to increase with maternal age. Conclusion: There is no significant relationship between the number of pregnancies or seasonal variation and the incidence of preeclampsia. Preeclampsia is a multifactorial condition influenced by various risks such as age, history of hypertension, nutritional status, and environmental factors. Therefore, comprehensive screening and regular prenatal monitoring are essential in preventing pregnancy complications.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Faktor Risiko, Preeklamsia, Jumlah Gravida, Kehamilan, Musim, Risk factors, Preeclampsia, Number of pregnancies, Pregnancy, Season
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: 05. Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: Magang Repository_01
Date Deposited: 01 Apr 2026 06:29
Last Modified: 01 Apr 2026 06:29
URI: https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/11081

Actions (login required)

View Item
View Item