Pengembangan Model pembelajaran Demonstration, Asosiation, Collaboration, Action, Reward (Dacar)untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif anak usia dini

Gusmaniarti, Gusmaniarti (2025) Pengembangan Model pembelajaran Demonstration, Asosiation, Collaboration, Action, Reward (Dacar)untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif anak usia dini. Doctoral thesis, Universitas Negeri Surabaya.

[thumbnail of Naskah Disertasi]
Preview
Text (Naskah Disertasi)
cover dan abstrak desertasi gusma.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Hasil Turnitin Disertasi]
Preview
Text (Hasil Turnitin Disertasi)
Hasil Turnitin Disertasi Gusmaniarti.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dan kreatif perlu dikembangkan sejak usia dini karena sangat dibutuhkan dalam memperkuat kompetensi anak didik di abad 21.
Namun, fakta yang terjadi pada pembelajaran anak usia dini untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif nya masih perlu intervensi lebih mendalam, eksploratif, dan berkelanjutan Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah
mengembangkan model pembelajaran Demonstration, Asosiation, Collaboration, Action, Reward (Dacar) yang valid, praktis, dan efektif dalam melatih kemampuan
berpikir kritis dan kreatif anak usia dini. Model pengembangan Dick n Career digunakan dalam mengembangkan model DACAR dengan tahapan pendahuluan, prototipe (pengembangan model), dan asesmen (pengujian model). Penelitian dilakukan ditiga lembaga taman kanak-kanak di Surabaya dan 1 lembaga taman kanak-kanak di sidoarjo, yaitu taman kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) 69 Surabaya , TK ABA 03 Surabaya dan TK Insan Cendekia Sidoarjo dengan subjek uji coba sejumlah 154 anak usia 5-6 tahun. Metode pengumpulan data menggunakan observasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa 1) model pembelajaran Dacar dinyatakan sangat valid secara isi dilihat dari aspek kebutuhan dan kebaruan model
Dacar dan konstruk dilihat dari adanya konsistensi model, dukungan teori, dukungan empirik, perencanaan pembelajaran,pelaksanaan pembelajaran (sintaks,
sistem sosial, prinsip reaksi,sistem pendukung, lingkungan belajar, dan evaluasi) yang memenuhi skor 2, 40 ≤ P < 3, 20. Di samping itu, perangkat pembelajaran
yang dikembangkan seperti RPPH, bahan ajar, LKA, dan media pembelajaran dinyatakan valid untuk digunakan sebagai sistem pendukung model pembelajaran
Dacar. Lembar penilaian instrumen observasi meliputi instrument observasi kemampuan berpikir kritis, instrumen observasi kemampuan kreatif , instrument
observasi keterlaksanaan model Dacar, dan instrumen observasi aktivitas anak dinyatakan sangat valid sebagai alat pengumpul data penelitian, 2) model
pembelajaran Dacar memenuhi kategori praktis dengan skor 75%-90% dan keterlaksanaan model Dacar dikatakan reliabel karena memenuhi nilai reliabilitasnya ≥ 75% pada uji coba terbatas dan uji coba luas dengan baik dan tanpa hambatan yang berarti, 3) model pembelajaran Dacar dinyatakan efektif karena
memenuhi kriteria: a) ada peningkatan skor hasil pre-test dan post-test dengan taraf signifikansi α=5% pada indikator keterampilan berpikir kritis dan berpikir kreatif
yang memenuhi kategori baik, b) hasil rerata N-Gain: memenuhi kategori sedang memenuhi skor 0,30≤ N-Gain ≤0,70 dan tinggi mencapai rentangan skor 0,70 > N-
Gain dari hasil uji statistic pada tiga sekolah menunjukkan hasil yang konsisten (tidak ada perbedaan), c) respons anak yang positif dan antusias mencapai skor ≥85% terhadap proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan menggunakan model
Dacar pada saat uji coba terbatas dan luas. 4) Sub indikator interpretation, Kemampuan anak bertanya tentang sesuatu yang tidak di pahami atau menarik perhatian nya masih di ranah penilaian baik (3.26). Hal ini di sebabkan karena anak belum terbiasa dengan aktifitas tersebut. Secara keseluruhan dilihat dari hasil belajar dalam bentuk hasil karya secara berkelompok pada uji model terjadi perubahan secara signifikan sebesar 95% dan respon anak dalam bentuk observasi yang diisi guru, hasil respon sangat baik. 5) pada hasil
penelitian tahap uji coba skala luas terjadi peningkatan sebesar 93% pada setiap indikator tersebut. Khususnya pada indikator Fluency sub indicator Anak mampu
mengkomunikasikan ide dengan mudah, ekspresif dan spontan tejadi peningkatan yang signifikan pada ranah penilaian 4 (sesuai harapan). Hal ini di sebabkan model pembelajaran menarik dan menyenangkan Implikasi penelitian ini adalah lahirnya model pembelajaran inovatif jika materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran anak di integrasikan dengan kehidupan sehari-hari melalui model Dacar untuk melatih
keterampilan berpikir kritis dan berpikir kreatif pada anak usia dini dalam rangka pengenalan materi gejala alam sehingga anak-anak memahami perubahan yang
terjadi pada alam

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Model DACAR, Berpikir Kritis, Berpikir Kreatif, Anak Usia Dini
Subjects: L Education > L Education (General)
L Education > LB Theory and practice of education
Divisions: Laporan Penelitian
Depositing User: GUSMANIARTI GUSMANIARTI GUSMANIARTI
Date Deposited: 10 May 2026 06:21
Last Modified: 10 May 2026 06:21
URI: https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/12163

Actions (login required)

View Item
View Item