Rahadi, Orhyza Salsabilla Shaqi (2026) Hubungan antara Pola Makan dengan Kejadian Preeklamsia pada Ibu Hamil di RS Siti Khodijah Sepanjang. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Pendahuluan_Orhyza Salsabilla Shaqi Rahadi_20221880092.pdf
Download (2MB)
Bab I_Orhyza Salsabilla Shaqi Rahadi_20221880092.pdf
Download (477kB)
Bab II_Orhyza Salsabilla Shaqi Rahadi_20221880092.pdf
Download (708kB)
Bab III_Orhyza Salsabilla Shaqi Rahadi_20221880092.pdf
Download (578kB)
Bab IV_Orhyza Salsabilla Shaqi Rahadi_20221880092.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (654kB) | Request a copy
Bab V_Orhyza Salsabilla Shaqi Rahadi_20221880092.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (624kB) | Request a copy
Bab VI_Orhyza Salsabilla Shaqi Rahadi_20221880092.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (574kB) | Request a copy
Bab VII_Orhyza Salsabilla Shaqi Rahadi_20221880092.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (474kB) | Request a copy
Lampiran_Orhyza Salsabilla Shaqi Rahadi_20221880092.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB) | Request a copy
Abstract
Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah setelah usia kehamilan 20 minggu dan dapat disertai proteinuria maupun gangguan fungsi organ. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak serius bagi ibu maupun janin. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan preeklamsia adalah pola makan selama kehamilan. Pola makan yang tidak seimbang, baik dalam jumlah kurang maupun berlebih, dapat memengaruhi status gizi, metabolisme tubuh, peningkatan berat badan, serta tekanan darah ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan ibu hamil dengan kejadian preeklamsia. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan jumlah sampel 49 ibu hamil. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pola makan yang dikategorikan menjadi kurang, cukup, dan lebih, sedangkan variabel dependen adalah kejadian preeklamsia yang dikategorikan menjadi tidak preeklamsia, preeklamsia, dan preeklamsia berat. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan kurang, yaitu sebanyak 29 responden. Sebagian besar responden mengalami preeklamsia, yaitu sebanyak 37 responden. Pada kelompok responden dengan pola makan lebih, seluruh responden mengalami preeklamsia, dengan 7 responden mengalami preeklamsia dan 3 responden mengalami preeklamsia berat. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p <0,001. Uji korelasi Spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,675 dengan nilai p <0,001. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan ibu hamil dengan kejadian preeklamsia dengan kekuatan hubungan kuat.
=========================================================================================
Preeclampsia is a pregnancy complication characterized by increased blood pressure after 20 weeks of gestation and may be accompanied by proteinuria or organ dysfunction. This condition can cause serious health problems for both the mother and fetus. One factor that may be associated with preeclampsia is dietary pattern during pregnancy. An imbalanced dietary pattern, either insufficient or excessive, may affect nutritional status, metabolism, gestational weight gain, and maternal blood pressure. This study aimed to determine the relationship between dietary patterns among pregnant women and the occurrence of preeclampsia. This study used an observational analytic design with a total sample of 49 pregnant women. The independent variable was dietary pattern, categorized as insufficient, adequate, and excessive. The dependent variable was the occurrence of preeclampsia, categorized as no preeclampsia, mild preeclampsia, and severe preeclampsia. Data were analyzed using the Chi-Square test and Spearman correlation test. The results showed that most respondents had an insufficient dietary pattern, with 29 respondents. Most respondents experienced preeclampsia, with 37 respondents. In the excessive dietary pattern group, all respondents experienced preeclampsia, consisting of 7 respondents with mild preeclampsia and 3 respondents with severe preeclampsia. The Chi-Square test showed a p-value of <0.001. The Spearman correlation test showed a correlation coefficient of 0.675 with a p-value of <0.001. This study concluded that there was a significant relationship between dietary patterns among pregnant women and the occurrence of preeclampsia, with a strong correlation.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pola makan, ibu hamil, preeklamsia, kehamilan, dietary pattern, pregnant women, preeclampsia, pregnancy |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | 05. Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | ORHYZA SALSABILLA SHAQI RAHADI |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 05:29 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 05:29 |
| URI: | https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/12436 |
