Febriyanti, Heny Aulia (2026) Hubungan Praktik Budaya Lokal dan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil dengan Kepatuhan Antenatal Care (ANC) di Puskesmas Benteng Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Pendahuluan_Heny Aulia Febriyanti_20221660077.pdf
Download (419kB)
Bab 1_Heny Aulia Febriyanti_20221660077.pdf
Download (250kB)
Bab 2_Heny Aulia Febriyanti_20221660077.pdf
Download (618kB)
Bab 3_Heny Aulia Febriyanti_20221660077.pdf
Download (406kB)
Bab 4_Heny Aulia Febriyanti_20221660077.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (330kB) | Request a copy
Bab 5_Heny Aulia Febriyanti_20221660077.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (229kB) | Request a copy
Daftar Pustaka_Heny Aulia Febriyanti_20221660077.pdf
Download (1MB)
Lampiran_Heny Aulia Febriyanti_20221660077.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Pendahuluan: Kepatuhan antenatal care (ANC) merupakan faktor penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Praktik budaya lokal dan tingkat pengetahuan diduga menjadi faktor yang memengaruhi kepatuhan tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan praktik budaya lokal dan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan ANC di UPTD Puskesmas Benteng. Metode: Desain penelitian menggunakan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sample sebesar 83 ibu hamil yang dipilih dari 104 populasi menggunakan teknik simple random sampling pada periode 30 Maret–8 April 2026. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas menggunakan Pearson Product Moment (r hitung > r tabel 0,444) dan diuji reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha (Praktik Budaya Lokal 0,858; Pengetahuan 0,889; Kepatuhan 0,916), sehingga seluruh instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Analisis statistik menggunakan uji Spearman Rank. Hasil Dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan praktik budaya lokal kategori cukup (56,6%), tingkat pengetahuan kategori cukup (45,8%), dan kepatuhan ANC kategori cukup patuh (60,2%). Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara praktik budaya lokal dengan kepatuhan ANC (p<0,001, r=0,603) dan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan ANC (p<0,001, r=0,774). Disimpulkan bahwa kedua variabel berhubungan positif dengan kepatuhan ANC, dengan tingkat pengetahuan sebagai prediktor yang lebih kuat. Tenaga kesehatan direkomendasikan mengintegrasikan pendekatan Transcultural Nursing dalam pelayanan ANC untuk meningkatkan cakupan dan kepatuhan kunjungan ibu hamil. Kata
=========================================================================================
Introduction: Antenatal Care (ANC) compliance is an important factor in reducing maternal and infant mortality rates. Local cultural practices and knowledge levels are suspected to influence this compliance. Objective: This study aims to analyze the relationship between local cultural practices and the knowledge level of pregnant women with ANC compliance at UPTD Puskesmas Benteng. Methods: The study used a correlational, cross-sectional design. A sample of 83 pregnant women was selected from a population of 104 using simple random sampling from March 30 to April 8, 2026. The research instrument was a questionnaire, validated using Pearson’s Product-Moment correlation (r count > r table; 0.444) and reliability tested using Cronbach’s Alpha (Local Cultural Practices 0.858; Knowledge 0.889; ANC Compliance 0.916), with all instruments declared valid and reliable. Statistical analysis used the Spearman Rank test. Results and Discussion: The results showed that local cultural practices were in the sufficient category (56.6%), knowledge level in the sufficient category (45.8%), and ANC compliance in the sufficiently compliant category (60.2%). Statistical tests showed significant relationships between local cultural practices and ANC compliance (p<0.001, r=0.603) and between knowledge level and ANC compliance (p<0.001, r=0.774). It was concluded that both variables were positively related to ANC compliance, with knowledge level as the stronger predictor. Health workers are recommended to integrate the Transcultural Nursing approach into ANC services to improve coverage and compliance of pregnant women’s visits.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kunci: Praktik budaya lokal, pengetahuan ibu hamil, kepatuhan antenatal care, Local cultural practices, pregnant women's knowledge, antenatal care compliance. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RG Gynecology and obstetrics R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | 04. Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Keperawatan |
| Depositing User: | HENY AULIA FEBRIYANTI |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 02:15 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 02:15 |
| URI: | https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/13252 |
