Hubungan Intensitas Penggunaan TikTok Trend Challenge dan Tingkat Fear of Missing Out dengan Perkembangan Psikososial Remaja

Tiara, Ainia Yunda (2026) Hubungan Intensitas Penggunaan TikTok Trend Challenge dan Tingkat Fear of Missing Out dengan Perkembangan Psikososial Remaja. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.

[thumbnail of Pendahuluan_Ainia Yunda Tiara_20221660047.pdf] Text
Pendahuluan_Ainia Yunda Tiara_20221660047.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab 1_Ainia Yunda Tiara_20221660047.pdf] Text
Bab 1_Ainia Yunda Tiara_20221660047.pdf

Download (513kB)
[thumbnail of Bab 2_Ainia Yunda Tiara_20221660047.pdf] Text
Bab 2_Ainia Yunda Tiara_20221660047.pdf

Download (700kB)
[thumbnail of Bab 3_Ainia Yunda Tiara_20221660047.pdf] Text
Bab 3_Ainia Yunda Tiara_20221660047.pdf

Download (722kB)
[thumbnail of Bab 4_Ainia Yunda Tiara_20221660047.pdf] Text
Bab 4_Ainia Yunda Tiara_20221660047.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (671kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 5_Ainia Yunda Tiara_20221660047.pdf] Text
Bab 5_Ainia Yunda Tiara_20221660047.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (472kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka_Ainia Yunda Tiara_20221660047.pdf] Text
Daftar Pustaka_Ainia Yunda Tiara_20221660047.pdf

Download (485kB)
[thumbnail of Lampiran_Ainia Yunda Tiara_20221660047.pdf] Text
Lampiran_Ainia Yunda Tiara_20221660047.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Pendahuluan: Tingginya intensitas penggunaan TikTok dan Fear of Missing Out (FoMO) pada remaja dapat memengaruhi perkembangan psikososial, terutama self-esteem. Di Indonesia terdapat 99,1 juta pengguna aktif TikTok. Data VPNRanks (2025) menunjukkan sekitar 30% anak muda mengikuti tantangan daring seperti TikTok Challenge. Survei Haziq et al. (2024) melaporkan 64,6% atau 412 remaja mengalami FoMO dalam penggunaan media sosial. Data prevalensi I-NAMHS menunjukkan 34,9% remaja Indonesia usia 10–17 tahun mengalami masalah psikososial dalam 12 bulan terakhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan intensitas penggunaan TikTok trend challenge dan FoMO dengan perkembangan psikososial remaja. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 262 siswa usia 13–14 tahun di SMPN 5 Surabaya, dengan sampel 158 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Variabel independen adalah intensitas penggunaan TikTok trend challenge dan FoMO, sedangkan variabel dependen adalah perkembangan psikososial (self-esteem). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan TikTok sedang (91,1%), FoMO sedang (85,4%), dan self-esteem tinggi (93,7%). Terdapat hubungan signifikan antara intensitas penggunaan TikTok dan perkembangan psikososial (p=0,000; r=0,420) dengan kekuatan sedang dan arah positif. Hubungan signifikan juga ditemukan antara FoMO dan perkembangan psikososial (p=0,000; r=0,658) dengan kekuatan kuat dan arah positif. Diskusi: Intensitas penggunaan TikTok dan FoMO berhubungan dengan peningkatan self-esteem. Pengelolaan penggunaan media sosial dan pengendalian FoMO penting untuk mendukung perkembangan psikososial remaja secara optimal.

=================================================================================

Introduction: High intensity of TikTok use and Fear of Missing Out (FoMO) of adolescents can impact psychosocial development, especially self-esteem. In Indonesia, there are 99.1 million active TikTok users. VPNRanks data (2025) shows that approximately 30% of young people participate in online challenges such as the TikTok challenge. A survey by Haziq et al. (2024) reported that 64.6%, or 412 adolescents, experienced FoMO when using social media. I-NAMHS prevalence data shows that 34.9% of Indonesian adolescents aged 10–17 years experienced psychosocial problems in the past 12 months. This study aimed to analyze the relationship between intensity of TikTok trend challenge use and FoMO with adolescent psychosocial development. Methods: The study used a quantitative analytical descriptive design with a cross-sectional approach. The population was 262 students aged 13–14 at SMPN 5 Surabaya, with a sample of 158 respondents selected through purposive sampling. The independent variables were the intensity of TikTok trend challenge use and FoMO, while the dependent variable was psychosocial development (self-esteem). Data were collected using a questionnaire and analyzed univariately and bivariately using the Spearman Rank test. Results: Most respondents had moderate TikTok use intensity (91.1%), moderate FoMO (85.4%), and high self-esteem (93.7%). There was a significant relationship between TikTok use intensity and psychosocial development (p=0.000; r=0.420) with moderate strength and a positive direction. A significant relationship was also found between FoMO and psychosocial development (p=0.000; r=0.658) with strong strength and a positive direction. Discussion: Both TikTok use intensity and FoMO are associated with increased self-esteem. Managing social media use and controlling FoMO are important to support optimal adolescent psychosocial development.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Fear of Missing Out, Media Sosial, Remaja, Self-Esteem, TikTok, Fear of Missing Out, Social Media, Teenagers, Self-Esteem, TikTok
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
R Medicine > RT Nursing
Divisions: 04. Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Keperawatan
Depositing User: AINIA YUNDA TIARA
Date Deposited: 04 Sep 2026 02:14
Last Modified: 04 Sep 2026 02:14
URI: https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/13508

Actions (login required)

View Item
View Item