Hasanah, Nur Ariska Faifatul (2026) Pengalaman Pernikahan Dini pada Remaja di Desa Bedayutalang Kabupaten Lumajang. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Pendahuluan_Nur Ariska Faifatul Hasanah_20221660011.pdf
Download (1MB)
Bab 1_Nur Ariska Faifatul Hasanah_20221660011.pdf
Download (380kB)
Bab 2_Nur Ariska Faifatul Hasanah_20221660011.pdf
Download (541kB)
Bab 3_Nur Ariska Faifatul Hasanah_20221660011.pdf
Download (391kB)
Bab 4_Nur Ariska Faifatul Hasanah_20221660011.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (607kB) | Request a copy
Bab 5_Nur Ariska Faifatul Hasanah_20221660011.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (258kB) | Request a copy
Daftar Pustaka_Nur Ariska Faifatul Hasanah_20221660011.pdf
Download (484kB)
Lampiran_Nur Ariska Faifatul Hasanah_20221660011.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Latar belakang Pernikahan dini masih menjadi permasalahan yang banyak terjadi di Indonesia dan berdampak pada berbagai aspek kehidupan remaja. Remaja yang menikah pada usia dini dihadapkan pada perubahan peran, tanggung jawab, serta berbagai tantangan dalam kehidupan rumah tangga. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi pengalaman pernikahan dini pada remaja di Desa Bedayutalang Kabupaten Lumajang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan berjumlah 15 remaja yang menikah pada usia di bawah 19 tahun dan telah menjalani pernikahan minimal satu tahun. Pengambilan partisipan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan metode thematic analysis Braun dan Clarke. Hasil penelitian menghasilkan tujuh tema utama, yaitu keinginan pribadi sebagai faktor utama, rendahnya minat pendidikan sebagai pendorong keputusan menikah, pernikahan sebagai jalan menuju stabilitas ekonomi dan transisi tanggung jawab finansial, adaptasi psikologis remaja terhadap peran sebagai suami atau istri, perubahan sosial, ekonomi, dan tanggung jawab setelah menikah, dukungan keluarga dan lingkungan dalam proses pernikahan dini, serta harapan remaja terhadap masa depan keluarga dan kehidupan rumah tangga. Temuan menunjukkan bahwa keputusan menikah dini dipengaruhi oleh faktor individu, pendidikan, keluarga, dan lingkungan sosial. Setelah menikah, remaja mengalami perubahan psikologis, sosial, ekonomi, serta peningkatan tanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pernikahan dini merupakan pengalaman kompleks yang membawa berbagai perubahan dalam kehidupan remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pendidikan dan kesiapan remaja sebelum memasuki pernikahan.
=================================================================================
Background: Early marriage remains a prevalent issue in Indonesia and has significant implications for various aspects of adolescents’ lives. Adolescents who marry at an early age are confronted with changes in roles, responsibilities, and various challenges associated with married life. Objective: This study aimed to explore the experiences of early marriage among adolescents in Bedayutalang Village, Lumajang Regency. Methods: This study employed a qualitative descriptive approach. The participants consisted of 15 adolescents who married before the age of 19 years and had been married for at least one year. Participants were selected using a purposive sampling technique. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using Braun and Clarke’s thematic analysis. Results: The findings identified seven major themes: personal desire as the primary factor influencing early marriage; low educational aspirations as a driving force behind the decision to marry; marriage as a pathway to economic stability and the transition to financial responsibility; adolescents’ psychological adaptation to their roles as husbands or wives; social, economic, and responsibility-related changes after marriage; family and community support throughout the early marriage process; and adolescents’ expectations for their future family life and household. The findings indicate that the decision to marry early is influenced by individual, educational, family, and social environmental factors. Following marriage, adolescents experienced psychological, social, and economic changes, as well as increased responsibilities in family life. Conclusion: This study concludes that early marriage is a complex experience that brings about substantial changes in adolescents’ lives. Therefore, greater efforts are needed to improve educational opportunities and enhance adolescents’ preparedness before entering marriage.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pernikahan dini, remaja, pengalaman, penelitian kualitatif, analisis tematik, early marriage; adolescents; lived experiences; qualitative research; thematic analysis |
| Subjects: | H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | 04. Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Nur Ariska Faifatul Hasanah |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 01:13 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 01:13 |
| URI: | https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/13530 |
