Hanan, Putri Fathiyyah (2026) Persepsi Mahasiswa Generasi Z tentang Kafā'ah Māliyah: Analisis Maṣlaḥah Mursalah Berdasarkan Wahbah Zuhaili. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Artikel Ilmiah_Putri Fathiyyah Hanan_20221551047.pdf
Download (3MB)
Abstract
Kafā'ah māliyah mengacu pada konsep kesesuaian finansial antara calon pasangan suami-istri, yang dianggap penting untuk membangun rumah tangga yang harmonis. Di kalangan mahasiswa Generasi Z di Universitas Muhammadiyah Surabaya, paparan intensif melalui media sosial terhadap gaya hidup mewah dan narasi seperti “jangan menikah sebelum mapan” berisiko mengubah standar pemilihan pasangan ke arah materialisme, sehingga fenomena ini layak ditelaah melalui perspektif maslahah mursalah yang dikemukakan oleh Wahbah Zuhaili. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pandangan mahasiswa Generasi Z Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) mengenai kafā'ah māliyah serta menganalisisnya melalui kerangka kerja maṣlaḥah mursalah karya Wahbah Zuhaili. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif normatif-empiris, yang menggabungkan analisis tematik dari wawancara mendalam dengan 90 informan yang dipilih secara purposif dari sembilan fakultas (10 orang per fakultas) dengan referensi silang normatif terhadap pernyataan mereka berdasarkan teks-teks fiqh klasik, hadis, dan kriteria maṣlaḥah mursalah Wahbah Zuhaili. Temuan menunjukkan bahwa 82,22 persen responden (74 dari 90, Kategori A) memandang kesiapan ekonomi sebagai bentuk ikhtiyat yang mendukung, sejalan dengan maṣlaḥah mursalah muktabarah karena mereka tetap memprioritaskan agama. 14,44 persen (13 responden, Kategori B) mulai menggeser pertimbangan ekonomi menjadi persyaratan utama, sehingga berisiko melanggar maṣlaḥah mulghah, sedangkan 3,33 persen (3 responden, Kategori C) secara eksplisit memperlakukan kekayaan sebagai syarat mutlak yang bertentangan dengan maqasid al-syariah. Temuan-temuan ini memperluas pembahasan yang sudah ada mengenai kafā'ah māliyah dengan menunjukkan bahwa responden Generasi Z semakin mendefinisikan ulang konsep tersebut sebagai kesiapan finansial dan tanggung jawab bersama, alih-alih kesetaraan kekayaan, sehingga menawarkan interpretasi teori Wahbah Zuhaili yang didasarkan pada bukti empiris dan spesifik bagi generasi tersebut. Mengingat bahwa berkurangnya prioritas terhadap nilai-nilai keagamaan bertepatan dengan meningkatnya orientasi materialistis di kalangan responden Kategori B dan C, penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keagamaan dapat berfungsi sebagai faktor pelindung terhadap tekanan materialistis yang dimediasi secara digital.
======================================
Kafaah maliyah denotes the concept of financial compatibility between prospective spouses, regarded as important for building a harmonious household. Among Generation Z students at Universitas Muhammadiyah
Surabaya, intensive social media exposure to affluent lifestyles and narratives such as "don't marry until established" risks shifting spouse-selection standards
toward materialism, making this phenomenon worth examining through Wahbah Zuhaili's perspective of maslahah mursalah. This study aims to describe Gen-Z UMSurabaya students' views on kafaah maliyah and to analyze them through Wahbah Zuhaili's maslahah mursalah framework. The research employed a qualitative normative-empirical descriptive method,
combining thematic analysis of in-depth interviews with 90 purposively sampled informants across nine faculties (10 per faculty) with normative cross-referencing
of their statements against classical fiqh texts, hadith, and Wahbah Zuhaili's maslahah mursalah criteria. Findings show that 82.22 percent of respondents
(74 of 90, Category A) regard economic readiness as a supportive form of ikhtiyat, consistent with maslahah mursalah muktabarah since they still prioritize religion. 14.44 percent (13 respondents, Category B) began shifting
economic considerations toward a primary requirement, risking maslahah mulghah, while 3.33 percent (3 respondents, Category C) explicitly treated wealth as an absolute condition contradicting maqasid al-syariah. These findings extend existing discussions of kafaah maliyah by showing that Gen-Z respondents increasingly redefine it as financial readiness and shared responsibility rather than wealth equality, offering an empirically grounded, generation-specific reading of Wahbah Zuhaili's theory. Given that weaker
prioritization of religious values coincided with stronger material orientation among Category B and C respondents, the study indicates that strengthening
religious literacy may serve as a protective factor against digitally mediated material pressures.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kafā'ah Māliyah, Mahasiswa Generasi Z, Maṣlaḥah Mursalah, Wahbah Zuhaili, Maqasid Syariah, Pemilihan Pasangan Hidup, Kafaah Maliyah, Gen-Z Students, Maslahah Mursalah, Wahbah Zuhaili, Maqasid Syariah, Marriage Selection. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman |
| Divisions: | 01. Fakultas Studi Islam dan Peradaban > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | PUTRI FATHIYYAH HANAN |
| Date Deposited: | 20 Oct 2026 05:09 |
| Last Modified: | 20 Oct 2026 05:09 |
| URI: | https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/15258 |
