Analisis Penggunaan Gadget dan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia 5–6 Tahun di TK Aisyiyah 21 Benjeng Gresik

Shifa, Warda Qolbu (2026) Analisis Penggunaan Gadget dan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia 5–6 Tahun di TK Aisyiyah 21 Benjeng Gresik. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.

[thumbnail of Pendahuluan_Warda Qolbu Shifa_20221114005.pdf] Text
Pendahuluan_Warda Qolbu Shifa_20221114005.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab I_Warda Qolbu Shifa_20221114005.pdf] Text
Bab I_Warda Qolbu Shifa_20221114005.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab II_Warda Qolbu Shifa_20221114005.pdf] Text
Bab II_Warda Qolbu Shifa_20221114005.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab III_Warda Qolbu Shifa_20221114005.pdf] Text
Bab III_Warda Qolbu Shifa_20221114005.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab IV_Warda Qolbu Shifa_20221114005.pdf] Text
Bab IV_Warda Qolbu Shifa_20221114005.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[thumbnail of Bab V_Warda Qolbu Shifa_20221114005.pdf] Text
Bab V_Warda Qolbu Shifa_20221114005.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka_Warda Qolbu Shifa_20221114005.pdf] Text
Daftar Pustaka_Warda Qolbu Shifa_20221114005.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Lampiran_Warda Qolbu Shifa_20221114005.pdf] Text
Lampiran_Warda Qolbu Shifa_20221114005.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (902kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya intensitas penggunaan gadget pada anak usia 5–6 tahun di TK Aisyiyah 21 Benjeng, Gresik dalam beberapa kondisi belum disertai dengan pengawasan dan pendampingan yang memadai dari orang tua. Kondisi tersebut terlihat dari anak cenderung pasif dalam kegiatan pembelajaran, jarang mengajukan pertanyaan, serta kesulitan dalam mengemukakan pendapat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan gadget dengan kemampuan berpikir kritis anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru Kelompok B, dan orang tua anak Kelompok B yang ditentukan melalui teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget dengan durasi yang relatif lama dan tanpa pendampingan yang rendah dalam aktivitas yang menstimulasi kemampuan berpikir kritis meliputi mengajukan pertanyaan, mengemukakan pendapat, dan mengekspresikan diri secara mandiri. Sebaliknya, anak yang menggunakan gadget secara terbatas dan memperoleh pendampingan dari orang tua atau guru cenderung lebih aktif dalam bertanya, lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, serta lebih mampu menyelesaikan masalah sederhana. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pola penggunaan gadget, khususnya durasi penggunaan dan kualitas pendampingan, memiliki keterkaitan dengan stimulasi kemampuan berpikir kritis anak. Penggunaan gadget perlu dilakukan secara bijak dengan memperhatikan durasi, jenis konten, serta pendampingan dari kedua orang tua siswa dan juga seorang guru.

============================================================================================

This study was motivated by the high intensity of gadget usage among children aged 5–6 at TK Aisyiyah 21 Benjeng, Gresik—usage that, in many instances, lacked adequate parental supervision and guidance. This situation was reflected in the children's tendency to be passive during learning activities; they rarely asked questions and struggled to articulate their opinions. The study aimed to analyze the relationship between gadget usage and the critical thinking skills of children aged 5–6. A qualitative case study approach was employed. Informants included the school principal, "Group B" teachers, and parents of "Group B" children, selected via snowball sampling. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis followed the Miles and Huberman model, comprising data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicated that children who used gadgets for prolonged periods without adequate guidance showed lower levels of engagement in activities that stimulate critical thinking such as asking questions, expressing opinions, solving simple problems, and self-expression. Conversely, children with limited gadget usage who received guidance from parents or teachers tended to be more active in asking questions, more confident in sharing their views, and more capable of solving simple problems. The findings demonstrate a link between gadget usage patterns specifically duration and the quality of guidance and the stimulation of children's critical thinking skills. Gadget usage requires a prudent approach that considers duration, content type, and the provision of guidance by parents and teachers.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: gadget, kemampuan berpikir kritis, anak usia 5-6 tahun , gadgets, critical thinking skills, children aged 5–6 years
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
R Medicine > RJ Pediatrics
T Technology > T Technology (General)
Divisions: 06. Fakultas Pendidikan, Komunikasi dan Sains > Pendidikan Guru PAUD
Depositing User: WARDA QOLBU SHIFA
Date Deposited: 06 Oct 2026 07:28
Last Modified: 06 Oct 2026 07:28
URI: https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/14857

Actions (login required)

View Item
View Item