Perempuan Subaltern dalam Kumpulan Cerpen Karya M. Shoim Anwar: Kajian Subaltern Gayatri Spivak

Putri, Dita Febriana (2026) Perempuan Subaltern dalam Kumpulan Cerpen Karya M. Shoim Anwar: Kajian Subaltern Gayatri Spivak. Masters thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.

[thumbnail of Pendahuluan_Dita Febriana Putri_20242110008.pdf] Text
Pendahuluan_Dita Febriana Putri_20242110008.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Bab I_Dita Febriana Putri_20242110008.pdf] Text
Bab I_Dita Febriana Putri_20242110008.pdf

Download (493kB)
[thumbnail of Bab II_Dita Febriana Putri_20242110008.pdf] Text
Bab II_Dita Febriana Putri_20242110008.pdf

Download (535kB)
[thumbnail of Bab III_Dita Febriana Putri_20242110008.pdf] Text
Bab III_Dita Febriana Putri_20242110008.pdf

Download (480kB)
[thumbnail of Bab IV_Dita Febriana Putri_20242110008.pdf] Text
Bab IV_Dita Febriana Putri_20242110008.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of Bab V_Dita Febriana Putri_20242110008.pdf] Text
Bab V_Dita Febriana Putri_20242110008.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (491kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka_Dita Febriana Putri_20242110008.pdf] Text
Daftar Pustaka_Dita Febriana Putri_20242110008.pdf

Download (474kB)
[thumbnail of Lampiran_Dita Febriana Putri_20242110008.pdf] Text
Lampiran_Dita Febriana Putri_20242110008.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (715kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini berjudul “Perempuan Subaltern dalam Kumpulan Cerpen Karya M. Shoim Anwar: Kajian Subaltern Gayatri Spivak” yang bertujuan untuk mendeskripsikan posisi perempuan subaltern terkait tanda-tanda, pelaku, penyebab, perkembangan, akibat, dan solusi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumen dan studi pustaka, menggunakan kajian subaltern Gayatri Spivak. Data penelitian ini berupa kata, kalimat, frasa dalam kumpulan cerpen yang terdapat perempuan subaltern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kumpulan cerpen yang dikemas dalam tiga buku yang berjudul Mandikan Mayatku dengan Tuak, Tikus Parlemen, dan Tahi Lalat di Dada Istri Pak Lurah karya M. Shoim Anwar terdapat banyak tokoh perempuan yang mengalami subaltern yaitu ditemukan adanya tanda-tanda perempuan subaltern yang paling banyak adalah kaum perempuan yang dieksploitasi oleh kaum laki-laki. Pelaku perempuan sebagai objek dalam kumpulan cerpen tersebut dominan berstatus sebagai ibu dan istri. Penyebab kaum perempuan mengalami subaltern yaitu kekuasaan, diskriminasi, kekerasan, penindasan, dan kemiskinan. Perkembangan yang terjadi pada perempuan subaltern dimulai dari perempuan yang tidak berdaya menjadi kaum yang memiliki kekuatan. Akibat yang dialami perempuan subaltern dominan tidak mampu bersuara karena tidak diberi ruang bincang. Solusi perempuan mengentaskan diri dari subaltern yaitu melakukan advokasi dengan cara meningkatkan SDM perempuan terkait dunia profesi dan mempertegas kesepakatan antara perempuan dan laki-laki.

======================================================================================================

This study, titled “Subaltern Women in the Short Story Collection by M. Shoim Anwar: A Study Based on Gayatri Spivak’s Subaltern Theory”, aims to describe the position of subaltern women regarding the indicators, agents, causes, progression, consequences, and solutions associated with their status. A descriptive-qualitative method was employed, utilizing document analysis and literature review grounded in Gayatri Spivak’s subaltern theory. The research data consisted of words, sentences, and phrases from the short story collections featuring subaltern women. The findings revealed that the collections—comprising three books titled Mandikan Mayatku dengan Tuak, Tikus Parlemen, and Tahi Lalat di Dada Istri Pak Lurah by M. Shoim Anwar—feature numerous female characters experiencing subalternity; the most prevalent indicator identified is the exploitation of women by men. The women depicted as objects in these stories predominantly hold the roles of mothers and wives. The causes of their subaltern status include power dynamics, discrimination, violence, oppression, and poverty. The progression observed among these subaltern women involves a shift from a state of powerlessness to one of empowerment. A primary consequence experienced by these women is an inability to voice their views, as they are denied a platform for discourse. Solutions for overcoming this subaltern status involve advocacy through enhancing women’s professional capabilities and reinforcing agreements between women and men.

Keywords: women, subaltern, short story collections

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Perempuan, subaltern, kumpulan cerpen, women, subaltern, short story collections
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
P Language and Literature > PE English
P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions: 06. Fakultas Pendidikan, Komunikasi dan Sains > S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: DITA FEBRIANA PUTRI
Date Deposited: 29 Oct 2026 02:59
Last Modified: 29 Oct 2026 03:36
URI: https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/15701

Actions (login required)

View Item
View Item